ADVERTISEMENT

Corona Naik Lagi, Satgas Soroti Tak Disiplin Bermasker Saat Kasus Landai

Indra Komara - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 17:58 WIB
Wiku Adisasmito di detikcom Year in Review
Wiku Adisasmito (20detik)
Jakarta -

Satgas COVID-19 menyatakan kenaikan kasus Corona di RI disebabkan oleh beberapa faktor. Satgas menyoroti ketidakdisiplinan warga yang mulai melonggarkan protokol kesehatan saat kasus melandai.

"Kenaikan kasus yang saat ini terjadi perlu untuk kita upayakan bersama-sama untuk menekan semaksimal mungkin, mengingat kita telah berhasil mempertahankan penurunan kasus sehingga baik kasus harian dan mingguan tetap rendah selama dua bulan berturut-turut," ujar juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers, Selasa (14/6/2022).

Wiku menyebut belum bisa disimpulkan penyebab pasti kenaikan kasus positif Corona di Indonesia. Namun dia menerangkan potensi terjadinya kenaikan karena naiknya mobilitas warga dibanding pada 2021, termasuk meningkatnya interaksi saat kasus melandai.

"Aktivitas masyarakat yang sudah kembali normal di tempat publik dan juga kegiatan-kegiatan berskala besar yang dihadiri banyak orang, berpotensi meningkatkan interaksi antarmasyarakat yang juga dapat meningkatkan potensi penularan," ucapnya.

Wiku juga menyinggung soal kedisiplinan prokes yang mulai longgar. Dia menyebut penggunaan masker tak lagi disiplin seperti sebelumnya.

"Dapat kita lihat di tempat umum dan lingkungan permukiman bahwa penggunaan masker sudah mulai longgar dan tak sedisiplin saat kasus mengalami peningkatan yang lalu. Selain itu, penting juga bagi kita mewaspadai ancaman mutasi virus baru BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk ke Indonesia," ucapnya.

Lantas, akankah penggunaan masker diperketat? Wiku tak menjawab secara lugas. Namun dia menyampaikan pemerintah akan melakukan analisis terkait varian baru dari berbagai negara.

"Sampai dengan saat ini telah ditemukan 8 kasus yang berkaitan varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia, pada prinsipnya munculnya varian baru di negara-negara tidak bisa kita hindarkan. Namun bisa kita cegah penyebarannya dengan menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat," ujar Wiku.

"Surveilans epidemiologi akan terus dilakukan oleh pemerintah untuk memantau perkembangan varian baru sekaligus melakukan analisis varian baru dari berbagai negara untuk ke depannya dapat mengambil langkah kebijakan yang tepat," sambung dia.

(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT