ADVERTISEMENT

Sempat Undang ke Rakernas, NasDem Bakal Lawan Mahathir soal Klaim Kepri

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 18:09 WIB
Ahmad Ali (Dok. Pribadi).
Ahmad Ali (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem Ahmad Ali menegaskan menolak pernyataan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad yang menyebut Malaysia seharusnya mengklaim Kepulauan Riau (Kepri), yang merupakan wilayah Republik Indonesia. Ali meyakini hal itu tak akan terjadi dan melawan klaim tersebut.

"Jadi kita yakin itu tidak mungkin terjadi. Kita pasti akan melakukan perlawanan, pasti kita menolak pikiran dan klaim seperti itu," kata Ahmad Ali saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).

Mahathir diketahui sempat menghadiri Rakernas NasDem 2022 pekan lalu. Terkait kehadiran Mahathir, Ahmad Ali menekankan bahwa itu bukan dilatarbelakangi hubungan politik dengan Ketua Umum Surya Paloh, melainkan hubungan pertemanan di antara keduanya.

"Kehadiran Mahathir ke Rakernas (rapat kerja nasional) NasDem itu kan bukan hubungan politik, itu kan hanya hubungan pertemanan antara Surya Paloh dengan Mahathir. Jadi tidak ada hubungan parpol yang dipimpin oleh Mahathir dengan Partai NasDem di Indonesia," tambah Ali.

Meski begitu, Ali menghargai pernyataan yang dilontarkan Mahathir. Ali menilai pernyataan Mahathir itu terkait dengan kepentingan politik di negerinya.

"Kita menghargai yang dia katakan. Tentunya itu konteks kepentingan negeri dia, tapi apakah itu kepentingan politik atau apa kita tidak tahu dia sedang bicara di forum apa," kata Ali.

"Itu adalah menurut saya, kalau saya melihatnya dalam konteks pernyataan politik negerinya dia," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, eks PM Malaysia Mahathir Mohamad melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Malaysia seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau yang merupakan wilayah Republik Indonesia.

Simak selengkapnya pernyataan Mahathir di halaman berikutnya.

Simak Video: Mahathir Minta Malaysia Klaim Kepulauan Riau dan Singapura!

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT