ADVERTISEMENT

Cegah PMK, Bima Arya Minta Wisatawan di Istana Bogor Tak Beri Makan Rusa

M Solihin - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 15:33 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya (M Solihin/detikcom)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta wisatawan yang berkunjung ke jalur pedestrian kawasan Istana Bogor, Jawa Barat, tidak berinteraksi langsung dan memberi makan rusa-rusa. Hal tersebut untuk mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) terhadap rusa di istana.

"Yang penting pengunjung ini kan kalau Sabtu-Minggu itu banyak sekali, yang penting ini pengunjung diminta untuk tidak berinteraksi dulu," kata Bima kepada wartawan, Selasa (21/6/2022).

"Jadi jangan sampai yang memberi makan itu menjadi carrier, pembawa virus PMK ini ke rusa-rusa ini. Kita juga imbau ini dan kita perintahkan juga ke Satpol PP untuk mengawasi. Jadi (wisatawan) tidak memberi makan dulu terhadap rusa-rusa Istana di Sabtu‐Minggu," tambahnya.

Meski demikian, kata Bima, hasil monitoring sementara diketahui bahwa rusa-rusa di Istana Bogor masih dalam kondisi baik.

"Tapi kami akan pastikan terus dan yang penting ini tidak menular ke manusia, itu yang paling utama. Rusa Istana sudah ada koordinasi dan diperiksa juga, kondisinya masih baik karena dia liar bagusnya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan ada 488 ekor sapi di rumah potong hewan (RPH) Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, yang dinyatakan suspek penyakit mulut dan kaki (PMK). Selain itu, ada 54 ekor sapi yang bergejala PMK dan 1 ekor sapi mati karena PMK.

"Ada 488 (ekor) yang sedang recover, berproses menuju pulih menuju normal, semua suspek (PMK). Kemudian ada 1 sapi mati dan sapi yang bergejala 54 (ekor)," kata Bima kepada wartawan, Selasa (21/6/2022).

Bima menyebut Pemkot Bogor telah membuat kebijakan untuk menutup akses keluar-masuk hewan ternak dan hewan kurban hingga 29 Juni mendatang. Hal ini, kata Bima, sebagai upaya menekan penyebaran virus PMK.

"Kami sudah mengambil kebijakan menutup arus keluar-masuk hewan ternak ini sampai 29 Juni. Setelah itu boleh, tetapi kita awasi terus di wilayah supaya tidak terjadi penjualan yang tidak bisa dimonitor. Langkah berikutnya kami akan berikan vitamin, suplay obat-obatan untuk hewan-hewan ini," ucap Bima.

Simak juga video 'Airlangga Ungkap Alasan Pemerintah Tak Mau Declare Darurat PMK':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT