ADVERTISEMENT

Anggota DPRD Depok Minta Rawageni Ditata Jadi Perlintasan Sebidang Resmi

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 13:24 WIB
Perlintasan TKP kecelakaan KRL vs mobil di Depok yang sempat ditutup, dibuka lagi (Dwi Rahmawati-detikcom)
Foto: Perlintasan TKP kecelakaan KRL vs mobil di Depok yang sempat ditutup, dibuka lagi (Dwi Rahmawati-detikcom)
Jakarta -

Perlintasan kereta api sebidang di Rawageni, Cipayung, Depok, yang sempat ditutup PT KAI usai kecelakaan mobil tertabrak KRL dibuka lagi oleh warga. Anggota DPRD Depok Babai Suhaimi meminta lokasi itu ditata menjadi perlintasan resmi.

"Salah satu (cara) yang terbaik resmikan. Menurut saya PT KAI keluarkan surat izin menjadi perlintasan resmi. Kalau butuh biaya, tekankan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk membiayai. Selama itu belum dibangun biarkan ini dibuka, kan gitu," kata Babai di Rawageni, Depok, Selasa (21/6/2022).

Babai mengatakan warga setempat sudah melayangkan permohonan pembukaan kepada KAI tiga hari setelah perlintasan itu ditutup. Dia mengatakan permohonan itu tak direspons hingga warga membuka lagi perlintasan sebidang itu secara paksa.

"Tiga hari setelah ditutup masyarakat sudah rapat Pak RW, Pak RT, Pak Camat pun sudah tahu, Pak Lurah sudah tahu. Surat disampaikan ke Wali Kota dan ke Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Perkeretaapian, belum ada jawaban," ujarnya.

Babai menyebut perlintasan sebidang tersebut dianggap ilegal oleh KAI. Dia pun mempertanyakan mengapa perlintasan itu baru ditutup usai kasus pemobil yang menerobos hingga terjadi tabrakan.

"Saya telepon sendiri Dirjen mengatakan ini ilegal harus ditutup, pertanyaannya kalau ini ilegal pada saat pemagaran resmi oleh PT KAI kenapa nggak ditutup. Tutup dong dari awal, bukan karena orang ditabrak, terus ditutup," kata dia.

Pantauan detikcom di lokasi, perlintasan sebidang tersebut telah dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Truk pengangkut sampah juga tampak melintas di perlintasan sebidang Rawageni.

Ada tiga orang di perlintasan yang menjaga di palang pintu. Masing-masing berjaga di pintu Jalan Citayam dan Jalan Rawageni.

Terlihat penutupan perlintasan dilakukan secara manual dengan tali. Tiang-tiang di depan perlintasan yang sebelumnya terpasang kini sudah dibuka oleh warga sekitar.

Salah satu warga yang menjaga pelintasan sebidang, Doni (42), mengatakan perlintasan sebidang itu dibuka sejak pukul 14.00 WIB, Senin (20/6). Lintasan sebidang itu dibuka berdasarkan kesepakatan warga.

"Dibuka kemarin, kesepakatan dari masyarakat satu kelurahan, di sini lima RW. RW 01, 09, 02, 08, 07," ujar Doni.

Doni mengatakan jika pembukaan tersebut lantaran adanya penumpukan kendaraan di Jalan Raya Dipo. Sementara, jalan tersebut berada di permukiman warga dan sempit.

Lihat video 'Terobos Palang Perlintasan, Pemotor di Karawang Tewas Disambar Kereta':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT