ADVERTISEMENT

Juragan Sepatu Tewas di Makam Istri gegara Kepikiran Biaya Nikah Lagi

Tim detikJatim - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 11:36 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Foto ilustrasi bunuh diri. (Thinkstock)
Mojokerto -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Andri Budi Santoso (46), juragan sepatu di Mojokerto, nekat mengakhiri hidup dengan menenggak racun tikus dan serangga. Andri tewas di makam istrinya di Makam Islam Desa/Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur.

Dilansir detikJatim, Selasa (21/6/2022), ternyata alasan Andri mengakhiri nyawanya karena tengah kepikiran biaya menikah lagi. Hal ini diungkapkan Bima Santoso (18), anak sulung Andri. Bima mengatakan mendiang bapaknya nekat mengakhiri hidup karena bingung memikirkan biaya pernikahan pada 3 Juli 2022.

Setelah ditinggal istrinya meninggal karena COVID-19, Andri berhubungan dengan Fitri, janda warga Dusun Losari, Desa Sidoharjo. Bima menambahkan ia bingung mencari dana Rp 17 juta untuk biaya pernikahan.

"Bapak bingung tidak ada dananya karena duitnya untuk putaran bisnis. Yang pihak calon istrinya minta Rp 17 juta untuk pesta pernikahan. Keluarga sudah banyak memberi saran, tidak perlu meriah karena sama-sama sudah punya anak, tapi bapak egonya besar," ujar Bima kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Bima menambahkan bapaknya tidak meninggalkan wasiat apa pun sebelum mengakhiri hidup. Andri hanya berpesan kepada salah seorang karyawannya agar meminta gaji selanjutnya langsung kepada anak sulungnya. Pesan tersebut seolah-olah korban berpamitan.

Baca selanjutnya di sini

Simak juga 'Lansia Tewas Berlumuran Darah di Purwakarta, Polisi Olah TKP':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT