ADVERTISEMENT

Mardani Maming Pernah Teriak 'Lanjutkan' ke Jokowi, Disesalkan Senior PDIP

Dhani Irawan - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 11:23 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berdialog dengan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta, Rabu (14/12/2016). Mardani H Maming hadir dalam acara tersebut
Politikus PDIP Mardani H Maming yang kini menjadi tersangka KPK. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mardani H Maming, politikus muda PDI Perjuangan, berurusan dengan hukum di KPK. Belum lama ini, Mardani juga pernah bikin kontroversi saat berteriak 'lanjutkan' di depan Presiden Joko Widodo. Senior PDIP kala itu sampai menyesalkan apa yang disampaikan Maming.

Kabar mengenai status tersangka terhadap Maming bermunculan pada Senin, 20 Juni 2022, ketika tiba-tiba beredar surat permintaan pencegahan ke luar negeri dari KPK ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM). Dalam surat itu tercantum jelas nama Maming dan seorang lagi berinisial RS yang disebut sebagai direktur salah satu perusahaan.

Nama Maming disebut jelas sebagai tersangka dalam statusnya sebagai Bupati Tanah Bumbu 2010-2018. Perihal ini lantas dibenarkan oleh Kepala Sub-Bagian Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nursaleh.

"Betul (pencegahan ke luar negeri pada Mardani H Maming) berlaku sejak 16 Juni 2022 sampai dengan 16 Desember 2022," ucap Nursaleh ketika dimintai konfirmasi, Senin kemarin.

"Tersangka," sambungnya memberi penegasan mengenai status Maming dalam surat permohonan yang diajukan KPK itu.

Di sisi lain Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya turut memberi penjelasan. Alexander menyebut perkara yang berkaitan dengan Maming sudah masuk penyidikan. Sebagai informasi, KPK di era saat ini hanya akan mengumumkan siapa tersangka yang dijerat apabila akan ditahan.

"Cuma memang secara resmi belum kita umumkan karena seperti yang kawan-kawan tahu kita akan mengumumkan ketika sudah ada upaya paksa penahanan, tujuannya apa? Untuk memberikan kepastian kepada para tersangka," kata Alexander.

Maming sebelumnya pernah pula menjalani pemeriksaan di KPK, tepatnya pada 3 Juni lalu. Kala itu dia mengaku diperiksa perihal masalah dengan pemilik PT Jhonlin Group, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

"Ya saya hadir di sini sebagai pemeriksaan pemberi informasi penyelidikan, tapi intinya saya hadir di sini ini permasalahan saya dengan Haji Syamsudin atau Haji Isam pemilik Jhonlin. Terima kasih," kata Mardani kepada wartawan.

Usut punya usut, perkara Maming di KPK itu berkaitan dengan izin usaha pertambangan di mana saat itu Maming berstatus sebagai Bupati Tanah Bumbu. Namun untuk lebih jelasnya kelak KPK akan membeberkannya ketika mengumumkan status tersangka Maming.

Lalu apa urusan Maming dengan PDIP mengenai teriakan 'lanjutkan' ke Jokowi? Simak ke halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Salam Komando Ganjar-Bambang Pacul Disambut Riuh Kader PDIP':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT