ADVERTISEMENT

PSI Ragu Pemprov DKI Bisa Lunasi Kurang Commitment Fee Formula E Rp 90 M

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 21:41 WIB
Anggara Wicitra Sastroamidjojo
Anggara Wicitra Sastroamidjojo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melalui JakPro masih memiliki kewajiban membayar commitment fee Formula E sebesar Rp 90 miliar. PSI meragukan JakPro bisa melunasi kewajiban itu karena Formula E Jakarta merugi.

"Belum tentu JakPro bisa bayar karena tahun 2019 dan 2020 rugi," kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra dalam keterangannya, Senin (20/6/2022).

Anggara menganggap kekurangan uang komitmen dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK itu janggal. Sebab, JakPro selalu menyatakan hasil renegosiasi terakhir pembayaran commitment fee untuk tiga tahun sebesar Rp 560 miliar.

"Ada rekam jejak digitalnya PT JakPro pernah menyatakan commitment fee untuk tiga tahun adalah Rp 560 miliar, sekarang faktanya harus bayar Rp 90,7 miliar lagi," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi E itu juga mempertanyakan transparansi hasil studi kelayakan terbaru Formula E Jakarta yang tak kunjung disetorkan kepada anggota Dewan. Padahal, melalui studi kelayakan itu, bisa diketahui perhitungan pengeluaran secara jelas dan merinci.

"Soal revisi studi kelayakan yang sampai sekarang belum diterima DPRD padahal dalam LHP BPK dikatakan dokumen tersebut sudah ada. Ini aneh. padahal kami sudah meminta studi kelayakan ini dari tahun lalu. Dari situ kita bisa tau perhitungan untung rugi dan dampak ekonomi dalam kondisi pandemi. Mengapa harus disembunyikan?" tandasnya.

Anggara juga meyakini Formula E terlalu berisiko jika dilanjutkan di tahun mendatang, terutama bagi Pj Gubernur yang bakal menggantikan Gubernur DKI Anies Baswedan pada Oktober mendatang.

"Berbagai ketidakjelasan ini yang menurut saya akan beresiko bagi Pj Gubernur DKI nanti kalau tetap melanjutkan Formula E. Bisa-bisa terjebak dengan gelapnya program Formula E," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK DKI Jakarta atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan tentang hasil renegosiasi Pemprov DKI melalui JakPro terkait penyelenggaraan Formula E Jakarta. Laporan itu menyebutkan masih adanya wajib bayar senilai 5 juta pound sterling atau Rp 90 miliar (kurs saat ini) terkait commitment fee.

Dari dokumen LHP yang didapat, Senin (20/6/2022), dalam kontrak awal direncanakan Formula E dilaksanakan selama 5 musim, yaitu 2019-2024. Disebutkan bila biaya penyelenggaraan terdiri atas biaya tetap atau fixed cost dan biaya variabel atau variable cost.

"Total biaya tetap berupa commitment fee yang setiap tahun wajib dibayarkan selama 5 musim penyelenggaraan adalah senilai GBP 122.102.000 (sekitar Rp 2,2 triliun). Sedangkan asumsi biaya variabel berupa biaya pelaksanaan Formula E yang akan dikeluarkan oleh PT JakPro adalah senilai Rp 1.239.000.000.000," demikian tertulis dalam dokumen LHP itu.

Setelahnya ternyata terjadi renegosiasi antara PT JakPro dan pihak FEO atau Formula E Operation yang disepakati pelaksanaan Formula E selama 3 tahun, yaitu 2022-2024. Total commitment fee untuk 3 tahun itu adalah 36 juta pound sterling (sekitar Rp 653 M).

"Dan sampai dengan tahun 2021 telah dilakukan pembayaran sebesar 31 juta pound sterling (sekitar Rp 563 M). Sisa kewajiban commitment fee sebesar 5 juta pound sterling akan dibayarkan oleh PT JakPro di tahun ke-3 dengan dana non-APBD," imbuhnya.

Bila dikurskan saat ini, sisa 5 juta pound sterling itu adalah sekitar Rp 90 miliar. Dana itu menjadi kewajiban Pemprov DKI melalui JakPro pada tahun ke-3 yaitu 2024 tanpa menggunakan APBD.

(taa/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT