ADVERTISEMENT

PKB Nilai Harga Pangan Naik Jadi Pemicu Kepuasan Publik ke Jokowi Turun

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 18:03 WIB
Daniel Johan
Daniel Johan (Nur Azizah/detikcom)
Jakarta -

PKB menyoroti kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menurun menurut survei Litbang Kompas. Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai harga pangan yang melonjak jadi pemicu kepuasan publik turun.

"Menurut saya yang paling utama adalah karena harga berbagai pangan terus mengalami kenaikan," kata Daniel kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Daniel menilai kenaikan harga barang harus benar-benar diantisipasi oleh pemerintah. Dia mengatakan kenaikan harga pangan langsung dirasakan masyarakat di kehidupan sehari-hari.

"Ini harus benar-benar diantisipasi oleh pemerintah, karena dampaknya sangat memberatkan kehidupan sehari-hari rakyat," tutur anggota Komisi IV DPR itu.

Daniel mengatakan tingkat kepuasan terhadap Jokowi turun bisa saja karena perombakan kabinet atau reshuffle. Namun, menurutnya, hal itu masih perlu pembuktian tersendiri.

"Bisa jadi (karena reshuffle), tapi itu harus dilakukan surveinya terlebih dahulu," ujarnya.

"Yang penting masyarakat menunggu, apakah pergantian kabinet akan membawa perbaikan termasuk stabilitas harga pangan," lanjut dia.

Kepuasan Publik ke Jokowi Turun

Sebelumnya, Litbang Kompas merilis survei kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hasil survei menyatakan kepuasan publik menurun.

Metode survei yang digunakan yakni wawancara tatap muka secara periodik pada 26 Mei hingga 4 Juni 2022. Responden dipilih secara acak sebanyak 1.200 dengan metode pencuplikan sistematis di tingkat 34 provinsi Indonesia.

Tingkat kepercayaan metode ini 95 persen dengan margin of error plus minus 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Berdasarkan survei yang dirilis Senin (20/6), kepuasan publik terhadap Jokowi-Ma'ruf turun 6,8 persen dibandingkan survei pada Januari 2022. Di awal tahun, tingkat kepuasan terhadap pemerintah di angka 73,9 persen. Pada Juni 2022, kepuasan terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf turun menjadi 67,1 persen.

Tingkat kepuasan publik dalam survei ini berdasarkan empat bidang, yakni bidang politik dan keamanan, penegakan hukum, perekonomian, serta kesejahteraan sosial. Pada aspek ekonomi dan penegakan hukum, terjadi penurunan tingkat kepuasan terdalam, masing-masing 14,3 persen dan 8,4 persen.

Sementara itu, aspek politik dan keamanan dan kesejahteraan sosial turun 4,5 persen dan 4,9 persen.

(fca/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT