ADVERTISEMENT

Pemerintah Percepat Penanggulangan Wabah PMK pada Hewan Ternak

Atta Kharisma - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 16:27 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar berbagai regulasi terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat segera diselesaikan dan diimplementasikan untuk mencegah semakin merebak. Menurutnya, hal ini juga perlu dilakukan untuk menjaga kualitas hewan ternak Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak yang diadakan hari Minggu (19/06).

Airlangga menjelaskan per 18 Juni 2022, penyakit PMK tercatat telah menyebar ke 19 provinsi dan 199 kabupaten/kota, dengan jumlah kasus sakit sebanyak 184.646 ekor, sembuh 56.822 ekor (30,77%), pemotongan bersyarat 1.394 ekor (0,75%), kematian 921 ekor (0,50%), dan yang sudah divaksinasi sebanyak 51 ekor. Sedangkan jumlah populasi seluruh ternak yang berisiko dan terancam (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 48.779.326 ekor.

Ia mengungkapkan pemerintah terus berupaya untuk menekan peningkatan dan mencegah penyebaran wabah tersebut. Di antaranya melalui pengadaan dan distribusi vaksin dalam jumlah besar, serta percepatan vaksinasi untuk hewan ternak.

"Pemerintah sedang menyelesaikan pembelian vaksin 3 juta dosis agar bisa segera didistribusikan dan dilakukan vaksinasi pada ternak prioritas. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan 28 juta dosis sampai akhir 2022, salah satunya pemerintah akan bekerja sama dengan importir swasta dengan jumlah vaksin yang sesuai kebutuhan, dengan kontrol dan pengawasan pemerintah," papar Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (20/6/2022).

Airlangga menuturkan dari 3 juta dosis vaksin yang telah diimpor tersebut, 0,8 juta dosisnya dalam proses pengadaan pemerintah. Sedangkan sisa 2,2 juta dosis sedang proses refocusing untuk pembiayaan anggarannya.

Kemudian, penyediaan vaksin dalam 3 bulan mendatang mampu lebih dari 16 juta dosis dari Importir Penyedia Vaksin. Sementara, vaksin dalam negeri berasal dari PUSVETMA dan produsen dalam negeri lainnya.

Vaksinasi perdana PMK telah dilakukan pada Selasa (14/6) lalu di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Airlangga menyebut ke depannya akan didorong untuk vaksinasi dasar yaitu 2 kali vaksinasi dengan jarak 1 bulan, serta booster vaksin setiap 6 bulan. Program vaksinasi ini akan melibatkan sekitar 1.872 tenaga medis dan 4.421 para medis.

"Dengan ini diharapkan herd immunity bisa segera tercapai," imbuhnya.

Baca Selengkapnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT