ADVERTISEMENT

Menhub Ungkap Sederet Evaluasi Layanan Transportasi Mudik Lebaran 2022

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 16:20 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi megunjungi Gerbang Tol Cikampek Utama. Kedatangannya untuk meninjau arus balik lebaran 2022 di Tol Jakarta-Cikampek.
Menhub Budi Karya Sumadi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengikuti rapat evaluasi mudik periode Lebaran 2022 di DPR RI. Budi menyebut pihaknya perlu melakukan perbaikan layanan berbagai moda transportasi untuk gelaran mudik tahun depan.

Pantauan detikcom, Senin (20/6/2022) pukul 12.00 WIB, terlihat Menhub Budi Karya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, dan Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi hadir di ruangan. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR Lasarus.

Budi mengatakan puncak arus mudik terjadi pada 29-30 April dan arus balik pada 7-8 Mei lalu. Menurutnya, pada tanggal-tanggal tersebut terjadi stagnasi kendaraan di sejumlah titik jalur mudik.

"Oleh karena itu, puncak mudik itu terjadi pada 29-30 April dan arus balik 7-8 Mei. Di situlah kita berusaha mengendalikan jumlah-jumlah itu bahwa terjadi beberapa stagnasi di Merak dan di daerah Bekasi," ucapnya.

Budi kemudian memaparkan jumlah penumpang pada masa Lebaran 2022 dengan tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19. Dia mengatakan jumlah penumpang di Lebaran tahun ini menurun sebesar 22,6 persen dibanding pada 2019.

"Perbandingan jumlah penumpang pada masa Lebaran 2022 dengan 2019, pada 2018 sebanyak 16.841.153 kemudian 2022 sebanyak 13.041.678. Turun 22,6 persen," ujarnya.

Budi menilai perlunya upaya perbaikan dalam rangka peningkatan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun depan. Di moda transportasi darat, kata dia, perlu penambahan rest area dan jumlah sarana angkutan bus.

"Pada moda darat, perlunya penambahan rest area pada jalan tol menuju ke arah Jawa Tengah, menambah jumlah sarana angkutan bus, serta melaksanakan program mudik gratis dengan kendaraan angkutan umum," ujarnya.

Sementara itu, di moda transportasi laut, Budi menyebut perlunya penambahan rest area di ruas jalan menuju ke Pelabuhan Merak di Km 88. "Untuk mengantisipasi penumpukan di pelabuhan saat peak season," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT