ADVERTISEMENT

Rapat Evaluasi Mudik di DPR, Menhub Ungkap Arahan Tak Mudah dari Jokowi

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 13:44 WIB
Pemudik bersepeda motor menerobos kemacetan di pintu keluar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (7/5/2022). Kepadatan kendaraan pemudik arus balik dari pulau Sumatera yang terjadi di fly over pintu keluar Pelabuhan Merak tersebut menyebabkan antrean kendaraan sekitar 2 kilometer. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/tom.
Foto Ilustrasi mudik 2022. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Jakarta -

Komisi V DPR RI menggelar rapat terkait evaluasi penanganan mudik Lebaran 2022, bersama Menhub, Menteri PUPR, hingga Kakorlantas Polri. Dalam rapat, Menub Budi Karya Sumadi mengungkap arahan tak mudah dari Presiden Jokowi terkait penanganan mudik 2022.

Pantauan detikcom, rapat digelar di ruang rapat Komisi V DPR, Senin (20/6/2022), pukul 12.00 WIB, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, dan Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi hadir di ruangan. Rapat dipimpin Ketua Komisi V DPR Lasarus.

Menhub Budi Karya Sumadi mengawali paparan soal evaluasi mudik Lebaran 2022. Budi mengatakan Presiden Jokowi menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak terkait (stakeholder) pelaksanaan mudik.

"Bapak Presiden menyampaikan rasa terima kasih kepada semua stakeholder termasuk DPR yang melaksanakan dengan baik," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Budi mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah simulasi rekayasa lalu lintas di jalur-jalur mudik. Budi memaparkan pengaturan lalu lintas mudik cukup sulit lantaran Jokowi melarang adanya putar balik dan pemeriksaan bagi pemudik selama periode mudik Lebaran lalu.

"Kita melakukan suatu simulasi-simulasi yang detail dengan para stakeholder dan merekomendasikan. Tidak kalah pentingnya Pak Presiden 4 kali melakukan ratas dengan kami, dan kami diberikan kewenangan untuk melaksanakan," ucap Budi Karya.

"Satu hal yang tidak mudah untuk dilaksanakan adalah Bapak Presiden melarang untuk putar balik, dilarang memeriksa mereka-mereka yang mudik, sehingga semua natural berjalan dengan apa adanya," imbuhnya.

Lebih lanjut Budi menyebut angka kecelakaan mudik Lebaran 2022 menurun dibandingkan periode 2019. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu indikator kesuksesan mudik 2022.

"Satu yang juga membanggakan adalah, kecelakaan lalu lintas turun. Terima kasih Pak Kakorlantas sudah melakukan enforcement," katanya.

Dalam paparan tersebut, Budi menunjukkan angka kasus kecelakaan menurun 45 persen dibandingkan 2019. Selain itu, lanjutnya, persentase jumlah korban meninggal dunia turun 72 persen, disertai korban luka berat turun 24 persen dan luka ringan turun 42 persen.

"Jadi upaya kita untuk melakukan kegiatan mudik ini ada dua hal, pertama kali kami lakukan riset. Kami kaget karena jumlahnya begitu besar. Tahap dua kami bersama semua stakeholder melakukan simulasi bahwa secara teoritis jumlah tersebut tidak mudah untuk dilaksanakan," katanya.

Budi menekankan kolaborasi antarpemangku kepentingan selama pelaksanaan mudik menjadi penting, termasuk dengan Komisi V DPR yang merupakan mitra Kemenhub. "Karena kami selain enggak pulang-pulang, pak. Kita ngopi terus, kita ke mana mana beberapa kali ditemani Komisi V DPR. Ini menunjukkan sinergitas tidak bisa dianggap main-main, melainkan menjadi suatu keharusan," ujarnya.

(fca/zak)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT