PDIP Anggap Pemprov DKI Kecolongan soal 'Bungkus Night'

ADVERTISEMENT

PDIP Anggap Pemprov DKI Kecolongan soal 'Bungkus Night'

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 14:01 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta (Foto: Dok. istimewa)
Jakarta -

PDIP menilai Pemprov DKI Jakarta kecolongan soal prostitusi terselubung 'Bungkus Night'. Apalagi, acara serupa pernah terlaksana pada 30 Maret 2022.

"Kita kan punya perangkat, pertama lininya Disparekraf. Lini kedua ada Satpol PP. Sebetulnya sudah lengkap perangkat yang kita miliki. Tinggal bagaimana memaksimalkan perangkat yang sudah ada ini jangan sampai hal-hal seperti itu bisa kecolongan," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Gembong mengatakan seharusnya acara tersebut bisa dicegah jika perangkat daerah bekerja maksimal dalam melakukan pengawasan. Dia mempertanyakan kinerja perangkat daerah Pemprov DKI terkait lolosnya 'Bungkus Night'.

"Kita punya perangkat. Tinggal yang dimiliki Pemprov ini bekerja maksimal apa nggak, kuncinya itu. Ketika ada yang nggak lolos berarti kinerjanya tidak maksimal," ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menilai praktik prostitusi bisa dicegah dengan berbagai cara. Dia meminta jangan sampai prostitusi terselubung menjamur di Jakarta sehingga menimbulkan polemik di masyarakat.

"Motifnya hanya satu, cari untung. Tetapi pemerintah punya kewenangan dengan kewenangan yang dimiliki oleh Pemprov saya yakin bisa dicegah sejak dini. Jangan sampai di kemudian hari menimbulkan persoalan di tengah masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan lima tersangka terkait kasus 'Bungkus Night' di tempat spa di Jakarta Selatan. Sebelum kasus ini terungkap, acara serupa, yakni 'Bungkus Night Vol.1', terselenggara pada 30 Maret 2022.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit awalnya menjelaskan terkait peran lima tersangka. Ridwan mengatakan kelima orang ini ditetapkan sebagai tersangka 'Bungkus Night Vol.1'.

"Ini kan yang kita tangkap perencanaan yang pertama. Mereka lakukan sebelumnya di tanggal 30 Maret," ujar Ridwan saat dihubungi wartawan, Senin (20/6).

Ridwan menjelaskan kelima tersangka ini berperan dalam perencanaan hingga promosi prostitusi terselubung dengan tema 'Bungkus Night' di media sosial.

"Jadi lima orang ini mulai yang dia merancang, dia buat market awal. Kemudian ada yang mencari orang untuk mempromosikan, meng-upload, terus ada juga orang yang dimaksud itu dia itu yang upload ke IG dan menyebarkan ke mana-mana," jelasnya.

"Jadi rangkaiannya mulai dari situ, membuat, menyetujui, kemudian meng-upload ke media," tambahnya.

Kelima tersangka ini kini telah ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 dan/atau Pasal 45 UU ITE dan UU Pornografi.

Simak video 'Risiko dari Seks Bebas atau FWB: Kencing Nanah Hingga Mandul':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT