ADVERTISEMENT

Misi Andi Malewa dan Institut Musisi Jalanan Wujudkan Pengamen 'Naik Kelas'

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 19 Jun 2022 17:52 WIB

"Sebenernya di sini, seperti saudara saja. Misalnya, 'Bro, lu kalau mau dapat akses main di mall, rajin mandi lah. Dandanan dibenerin dikit, pakai baju yang bagus enak dilihat, terus kamu pakai sepatu, terus kamu bermain musiknya yang enak. Semua pengelola ruang itu punya standard, kamu tidak bisa bermain musik sesuka hati kamu,' seperti itu," tutur Andi.

IMJ juga mendorong anggotanya untuk menerbitkan karyanya sendiri. Oleh karena itu, IMJ menyediakan fasilitas berupa ruang recording, mengajarkan tentang distribusi karya, serta sarana prasarana lainnya. Sejauh ini, IMJ sudah menghasilkan empat album kompilasi, dan kini sedang proses mengerjakan album kelima.

Meski demikian, membina anggota IMJ untuk menjadi musisi berkelas juga punya tantangannya sendiri. Tak mudah untuk mengubah cara berpikir para musisi jalanan agar meningkatkan kualitas bermusiknya. Menurut Andi, semua tergantung pribadi sang musisi.

"Ada yang bebal banget, ada juga yang satu bulan dia udah mengerti apa maksud dan tujuan Institut Musik Jalanan, dan dia mau berupaya untuk 'naik kelas'. 'Ah saya di jalanan aja lah, saya bawain tiga lagu dengan kunci nggak sampai reff, saya sudah dapat duit,' itu secara tidak langsung biasanya keanggotaannya kami cabut," terang Andi.

"Kami ingin seperti di luar negeri, profesi street musician itu dihargai, mereka punya ruang yang proper, mereka berkesenian bukan karena orang ingin mengusir mereka, mereka diapresiasi karena benar mereka berkualitas, bermusiknya," lanjutnya.

Saat ini, musisi jalanan yang terdaftar di IMJ sudah mencapai lebih dari 3000 orang. Sedangkan mereka yang sudah mendapat lisensi berjumlah 400 orang, tersebar di Jabodetabek, Tegal, Cikampek, Semarang, Salatiga, Malang, dan Yogyakarta.


(nad/fuf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT