ADVERTISEMENT

3 Fakta Sopir Jazz Main Ponsel Ditahan karena Tabrak Bocah hingga Tewas

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 19 Jun 2022 11:48 WIB
Ilustrasi Kecelakaan
Ilustrasi (Thinkstock/assistantua)
Jakarta -

Sopir Honda Jazz berinisial IAR (35) kini ditahan pihak kepolisian setelah menabrak bocah berinisial AAR (5) hingga tewas di Jakarta Selatan (Jaksel). IAR diketahui tengah memainkan ponselnya sesaat sebelum menabrak korban.

Kecelakaan maut itu terjadi pada Selasa (14/6/2022), sekitar pukul 19.30 WIB. Pengemudi IAR dijerat dengan Pasal 310 ayat 3 dan 4 UU RI Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berikut ini sejumlah fakta mengenai insiden tersebut:

1. Sopir Honda Jazz Ditahan

Polisi menetapkan IAR sebagai tersangka kasus kecelakaan maut. IAR langsung ditahan.

"Ditahan, sudah dilakukan penahanan. Jadi, setelah ditetapkan sebagai tersangka, dilakukan pemeriksaan, tersangka langsung kita lakukan penahanan," kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit saat dihubungi, Sabtu (18/6/2022).

IAR terancam hukuman 6 tahun penjara.


2. Main Ponsel

Polisi melakukan pemeriksaan intensif kepada sopir Jazz. Terungkap fakta bahwa pengemudi menerima panggilan telepon sesaat sebelum kecelakaan maut itu terjadi.

"Jadi itu kan pada saat itu dia menerima panggilan telepon. Posisi telepon ada di sebelah kirinya. Dia ambil handphone-nya mau ditaruh di kanan di dashboard," kata Sigit.

Sigit mengatakan, saat IAR memindahkan handphone ke posisi kanan, sopir itu tidak melihat adanya speed bump yang berada di depannya. Laju kendaraan tidak dikurangi kecepatannya hingga membuat IAR kaget.

"Pada saat mau geser handphone ke kanan, itu ada speed bump, jadi ada polisi tidur. Itu kan mobil matik, jadi begitu polisi tidur kena agak ngegas dikit. Jadi dia nggak bisa kontrol kendaraannya," jelas Sigit.

Laju mobil seketika bertambah cepat hingga IAR kehilangan kendali. Nahas, pengemudi tersebut lalu menabrak korban yang tengah berkendara dengan ayahnya hingga anak perempuan tersebut meninggal dunia.

"Tidak konsentrasilah karena ada kegiatan lain. Dia mengakui terima handphone dan, ketika dia mau pindahin handphone dari kiri ke kanan, ternyata dia nggak lihat ada polisi tidur. Jadi bisa disebut (lalai) akibat penggunaan handphone," ungkap Sigit.


3. Hasil Tes Urine

Polisi melakukan tes urine kepada pengemudi Jazz. Hasilnya, IAR negatif menggunakan narkotika.

"Negatif. Jadi kita langsung tes urine paginya kan. Dia ngakunya mau ke rumah kawannya di Depok," tutur Sigit.

Lihat juga Video: Detik-detik 4 Bus Rakernas NasDem Kecelakaan Beruntun di Tol Cikampek

[Gambas:Video 20detik]




(isa/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT