Tragedi Bocah Tewas Ditabrak Jazz gegara Sopir Main Ponsel

ADVERTISEMENT

Tragedi Bocah Tewas Ditabrak Jazz gegara Sopir Main Ponsel

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Jun 2022 20:44 WIB
Close-up of a hand holding a mobile phone. Pieces of glass on the street
Ilustrasi kecelakaan (Foto: iStock)

Berawal Saat Sopir Main Handphone

Sopir Honda Jazz inisial IAR (35) telah ditetapkan sebagai tersangka usai menabrak bocah berusia lima tahun hingga meninggal dunia di Jakarta Selatan. Polisi menyebut penyebab kecelakaan itu bermula saat tersangka menerima panggilan telepon.

"Jadi itu kan pada saat itu dia menerima panggilan telepon. Posisi telepon ada di sebelah kirinya. Dia ambil handphone-nya mau ditaruh di kanan di dasbor," kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit saat dihubungi, Sabtu (18/6/2022).

Sigit mengatakan saat IAR memindahkan handphone ke posisi kanan, sopir itu tidak melihat adanya speed bump yang berada di depannya. Laju kendaraan tidak dikurangi kecepatannya hingga membuat IAR kaget dan menabrak kendaraan korban yang berada di depannya.

"Pada saat mau geser handphone ke kanan, itu ada speed bump, jadi ada polisi tidur. Itu kan mobil matik. Jadi, begitu polisi tidur kena, agak ngegas dikit. Jadi dia nggak bisa kontrol kendaraannya," jelas Sigit.

Atas dasar itu, polisi menetapkan sopir Honda Jazz sebagai tersangka. Dia dianggap lalai dalam berkendara.

"Itulah bahayanya melakukan kegiatan lain saat mengemudi. Jadi tidak concern di jalan," terang Sigit.

Hasil Tes Urine Negatif

Sopir mobil Honda Jazz inisial IAR (35) ditetapkan tersangka usai menabrak anak perempuan 5 tahun hingga meninggal dunia di Jakarta Selatan. Polisi pun telah melakukan tes urine kepada sopir Jazz tersebut.

"Negatif. Jadi kita langsung tes urine paginya kan. Dia ngakunya mau ke rumah kawannya di Depok," kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit saat dihubungi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (14/6) di Jalan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban tengah diboncengkan oleh ayahnya menggunakan sepeda motor.

Kecelakaan maut itu berawal saat pelaku menerima telepon dari rekannya. Pelaku IAR tidak menghentikan laju kendaraannya.

Ketika berkendara sambil bermain handphone itu, IAR tidak melihat adanya speed bump yang berada di depannya. Laju kendaraan Honda Jazz milik IAR itu kemudian meningkat secara tiba-tiba akibat sopir kaget dengan keberadaan speed bump tersebut.

"Jadi ada polisi tidur, itu kan mobil matik. Jadi begitu polisi tidur kena, agak ngegas dikit. (Sopir) nggak bisa kontrol kendaraannya," ujar Sigit.


(ygs/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT