ADVERTISEMENT

Setjen MPR RI Gelar Sarasehan Kehumasan di Universitas Djuanda Bogor

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 21:46 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Sekretariat Jenderal MPR RI menggelar Sarasehan Kehumasan MPR RI Menyapa Sahabat Kebangsaan bertajuk 'Peran Mahasiswa Dalam Pembangunan Nasional' di Universitas Djuanda Bogor, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas Deputi Administrasi Setjen MPR RI Siti Fauziah mengajak para mahasiswa untuk tanggap menyikapi kemajuan teknologi.

Wanita yang akrab disapa Titi itu mengatakan kehidupan manusia saat ini tidak akan bisa lepas dari teknologi di era digital seperti penggunaan smartphone. Namun, ia mengingatkan kehadiran teknologi juga memberikan negatifnya yang harus diwaspadai.

Mahasiswa sebagai generasi muda bangsa, lanjut Titi, harus menyikapi kemajuan global tersebut dengan bijak. Teknologi digital, harus digunakan untuk kepentingan yang bermanfaat baik untuk diri sendiri dan lingkungan.

"Jangan sampai karena terlalu sering menggunakan gadget canggih, membuat kita lupa akan jati diri, kearifan lokal dan budaya luhur asli Indonesia," kata Titi dalam keterangannya, Jumat (17/6/2022).

Titi berpesan anak muda mesti mengikuti perkembangan zaman. Teknologi digital, kata dia, harus dijadikan sarana untuk mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera di masa depan.

"Kuasailah IPTEK dengan sempurna dibarengi dengan mempertebal rasa cinta serta kebanggaan kepada kepribadian dan nilai luhur bangsa," pesan Titi.

Di samping itu, ia menjelaskan acara Sarasehan Kehumasan MPR RI Menyapa Sahabat Kebangsaan dibuat untuk lebih mendekatkan MPR dengan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia karena MPR adalah rumah kebangsaan.

"Kami ingin menjadi sahabat para generasi muda bangsa. Ini penting sebab dengan kedekatan itu, penanaman nilai-nilai kebangsaan akan lebih mudah diterima dan melekat kuat," ungkapnya.

Sebagai rumah rakyat, lanjut Titi, pintu MPR sangat terbuka lebar kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia jika membutuhkan sesuatu, misalnya diskusi tentang MPR dan kebangsaan pada umumnya.

"Kami ulurkan tangan silakan beritahu kami jika mau datang berkunjung, kami terima dengan hangat. Banyak tempat di MPR yang dapat dikunjungi, salah satunya perpustakaan MPR. Di sana banyak buku-buku bagus seputar MPR seperti sejarah MPR, soal amandemen UUD yang hanya ada di MPR dan tidak diperjual belikan secara bebas," terang Titi.

Ia menambahkan MPR juga menyediakan sarana ilmu pengetahuan melalui media sosial seperti Instagram serta aplikasi Buku Digital MPR yang bisa diunduh melalui Play Store.

"Semua kemudahan fasilitas tersebut dipersembahkan untuk rakyat Indonesia, karena MPR adalah rumah kita, rumah bangsa Indonesia," ujar Titi.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT