ADVERTISEMENT

Partai Garuda Tantang Partai Buruh Realisasikan Mogok Nasional!

Gibran Maulana - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 13:43 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi
Teddy Gusnaidi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Perseteruan partai nonparlemen tak kalah panas dibanding partai-partai yang punya kursi di DPR. Partai Garuda merespons keras rencana Partai Buruh menggaungkan mogok nasional.

"Saya malah senang dan menantang para buruh yang menjadi pengikut organisasi buruh dan Partai Buruh untuk merealisasikan hal itu. Jangan hanya bacot gede nyalinya nggak ada," kata Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi dalam keterangannya, Jumat (17/6/2022).

Teddy menyerukan agar pengusaha tak segan memberhentikan buruh-buruh yang ikut mogok. Dia menyarankan para pengusaha menyiapkan lowongan kerja baru.

"Saya serukan ini waktunya para pengusaha untuk bersih-bersih, siap-siap membuka lowongan kerja, mengganti buruh yang mau kerja saja. Karena ketika mereka melakukan mogok nasional, maka sesuai dengan aturan ketenagakerjaan, otomatis para buruh itu mengundurkan diri," imbuhnya.

Teddy meminta para buruh menolak politisasi Partai Buruh. Dia mengingatkan para buruh untuk fokus bekerja menghidupi keluarga.

"Buruh itu menjadi berjuang untuk keluarga, jangan mau dimanfaatkan untuk menjadi pejuang organisasi dan Partai Buruh. Karena, ketika buruh dan keluarganya kesusahan, organisasi dan Partai Buruh tidak akan pernah menjamin dan membantu kehidupan para buruh," katanya.

Ancaman Mogok Nasional

Ancaman mogok nasional ini dilontarkan elemen buruh pada 15 Juni lalu. Tuntutan disampaikan saat massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka membawa beberapa tuntutan, mulai menolak revisi Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU PPP) hingga menyoroti pelaksanaan kampanye 75 hari.

"Tuntutannya ada lima, satu menolak UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan atau kita kenal dengan UU PPP. UU PPP ini pintu masuk daripada pemerintah dan DPR melegalkan omnibus law dan Cipta Kerja," kata Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal di lokasi, Rabu (15/6/2022).

Selain itu, Said mengatakan massa aksi menyoroti permasalahan lain, di antaranya menolak omnibus law UU Cipta, mendesak pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan menolak liberalisasi pertanian.

"Bilamana ini (tuntutan) tidak didengar aksi pada hari ini, bisa dipastikan Partai Buruh bersama organisasi serikat buruh akan mengorganisasi mogok nasional, setop produksi, diikuti 5 juta buruh," ujar Said Iqbal.

Simak Video 'Tiga Juta Buruh Ancam Mogok Kerja 3 Hari 3 Malam!':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT