ADVERTISEMENT

Gandeng Swasta, Pemprov DKI Audit Gelaran Formula E Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 13:32 WIB
Dalam foto yang dipotret pada tanggal 25 Mei 2022, terlihat sejumlah pekerja beraktivitas di area Sirkuit Formula E, Jakarta.
Sirkuit Formula E (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menggandeng auditor swasta untuk mengaudit total gelaran Formula E pada 4 Juni lalu. Plt Kepala BP BUMD Budi Purnama mengatakan audit khusus penyelenggaraan Formula E diperlukan demi menghindari permasalahan di kemudian hari.

"Sedang dilakukan audit khusus Formula E. Kita minta khusus Formula E ini ada audit khusus untuk itu doang. Jadi kami nggak ingin ada masalah di kemudian hari," kata Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

Budi menyampaikan pemeriksaan diperkirakan rampung pada Juli mendatang. Barulah setelah itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan.

Sedangkan komunikasi dengan Inspektorat DKI Jakarta sudah dilakukan sejak saat ini.

"Informasi dari Pak Gunung teman-teman BPK mungkin masuk bulan Juli," ujarnya.

"Kita minta kalau dengan teman-teman inspektorat dari sekarang tektokan. Kalau inspektorat kan internal Pemprov, tapi yang eksternal ada teman-teman BPK," sambungnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta Formula E diaudit menyeluruh. Dia mengatakan audit itu diperlukan karena Formula E diklaim sukses meski belum ada data ditampilkan.

"Besarnya anggaran yang keluar dan sesumbar pihak yang mengatakan untung dan kritik yang dialamatkan ke Gubernur dan jajarannya sepatutnya dijawab dengan data yang valid. Data itu sangat tepat dan baik bila dilakukan audit oleh pihak ketiga, dengan auditor 5 star atau oleh BPKP dengan audit khusus," kata Gilbert kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).

Politikus PDIP itu menilai selama ini klaim Formula E sukses tanpa kriteria yang jelas. Padahal, kata dia, masih ada beragam permasalahan penggunaan APBD untuk Formula E yang belum terjawab.

"Masalah anggaran yang luar biasa besar untuk perhelatan seakan bermaksud ditutupi karena sudah dilaksanakan. Padahal, esensi dari permasalahan yang timbul adalah penggunaan APBD yang menabrak aturan berkali-kali sejak penandatangan di New York yang tanpa perencanaan, pengeluaran commitment fee, memaksakan masuk APBD-P, memaksakan di Monas tanpa perencanaan dan mengerti aturan dan akhirnya memaksakan asal terlaksana di atas tanah rawa untuk perhelatan Formula E yang hanya sekali di Ancol," ujarnya.

Simak Video 'Lika-liku Perjalanan Formula E Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT