ADVERTISEMENT

Omicron BA.4 dan BA.5: Prediksi Waktu Puncak dan Jumlah Kasusnya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 18:46 WIB
Omicron BA.4 dan BA.5 adalah subvarian omicron terbaru yang perlu diketahui dan waspadai oleh masyarakat Indonesia. Berikut informasinya.
Omicron BA.4 dan BA.5: Prediksi Puncak Kasus dan Kenali Ciri Gejalanya! (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Omicron BA.4 dan BA.5 adalah subvarian omicron terbaru yang perlu diketahui dan waspadai oleh masyarakat Indonesia. Hal itu karena Omicron BA.4 dan BA.5 diklaim dapat menular lebih mudah.

Seperti diketahui, kasus COVID-19 di Indonesia saat ini kembali mengalami kenaikan setelah sempat mereda beberapa waktu lalu. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya subvarian baru omicron.

Berikut informasi terkait prediksi puncak omicron varian BA.4 dan BA.5

Prediksi Puncak Kasus COVID-19 Omicron BA.4 dan BA.5

Penyebab kenaikan kasus COVID-19 tersebut terjadi bersamaan dengan masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Pada Rabu (15/6/2022), capaian COVID-19 tercatat sebanyak 1.242 kasus di mana angka tersebut dinilai tertinggi semenjak 15 April 2022 lalu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa puncak subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diprediksikan akan mencapai 20 ribu kasus per hari. Prediksi angka tersebut berdasarkan pengamatan dari puncak kasus di negara lain.

"Jadi kalau puncak Delta dan Omicron di 60 ribu kasus sehari, kira-kira nanti estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20 ribu per hari, karena kita pernah sampai 60 ribu paling tinggi kan," ungkap Budi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/6/2022).

Omicron BA.4 dan BA.5 adalah subvarian omicron terbaru yang perlu diketahui dan waspadai oleh masyarakat Indonesia. Berikut informasinya.Omicron BA.4 dan BA.5 adalah subvarian corona terbaru (Foto: Edi Wahyono/detikcom)

Menkes Prediksi Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Terjadi di Bulan Juli

Budi menerangkan bahwa puncak kasus Omicron BA.4 dan BA.5 diprediksikan akan lebih rendah dari puncak Omicron dan Delta. Prediksi akan tingkat kematian kasus Omicron BA.4 dan BA.5 juga jauh lebih rendah.

"Tetapi yang perlu kita lihat adalah bahwa fatality rate atau kematiannya jauh lebih rendah mungkin seper-dua belas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron," terang Budi.

Budi menjelaskan bahwa prediksi puncak kasus Omicron BA.4 dan BA.5 terjadi pada akhir Juli. Setelah itu, kasus diperkirakan akan turun lagi.

"Jadi kita percaya bahwa nanti akan ada kenaikan kira-kira maksimalnya mungkin 20 ribu per haru satu bulan sesudah diidentifikasi. Jadi sekitar minggu ketiga, minggu keempat Juli dan kemudian nanti akan turun kembali," jelas Budi.

Kendati demikian, masyarakat Indonesia diimbau untuk tidak perlu panik menyikapi kenaikan kasus Omicron BA.4 dan BA.5 kali ini. Hal terpenting adalah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Menkes Imbau Masyarakat untuk Terus Waspada

Pemerintah menghimbau masyarakat untuk segera melakukan booster vaksinasi COVID-19. Budi mengatakan bahwa prediksi puncak omicron corona varian BA.4 dan BA.5 kemungkinan tidak tinggi jika masyarakat sudah siap.

Melalui Menkes, Presiden Jokowi juga memberikan arahan untuk masyarakat bisa menekan antisipasi prediksi puncak omicron. Caranya dengan menggunakan masker di dalam ruangan tertutup dan saat kondisi tubuh tidak fit.

(kny/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT