ADVERTISEMENT

Menkes Tegaskan Kenaikan Corona Terkini karena Varian Baru

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 15:40 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kasus baru corona di Tanah Air meningkat selama tiga pekan terakhir. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kenaikan kasus Corona cenderung terjadi karena varian baru. Dia membeberkan datanya.

Budi mengatakan tren kenaikan kasus corona setelah hari raya Natal dan tahun baru kemarin serta Idul Fitri sebelumnya terjadi mulai hari ke-27 hingga 34. Namun saat ini kenaikan kasus terjadi sekitar di hari ke-40.

"Yang kedua, memang kita lihat juga setiap kali lonjakan besar di setiap negara itu penyebabnya bukan hari raya keagamaan besar, tapi lebih disebabkan oleh adanya varian baru," kata Budi dalam konferensi pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/6/2022).

"Jadi kita confirmed bahwa kenaikan ini memang dipicu oleh adanya varian baru dan ini juga yang terjadi oleh negara-negara di luar Indonesia yang mungkin hari raya keagamaannya berbeda-beda dengan kita, jadi setiap kali kenaikan varian baru kita naik," ujarnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan kasus corona saat ini terjadi pada hari ke-41 setelah lebaran. Airlangga menyebut berdasarkan pengalaman sebelumnya kenaikan kasus corona lebih disebabkan adanya varian baru.

"Lebaran itu sudah 41 hari jadi relatif flat, dan memang berdasarkan pengalaman kenaikan itu karena ada varian baru, sebelumnya Delta dan kemarin Omicron yang naik," ujar Airlangga.

Sebelumnya, Satgas COVID-19 mewaspadai kenaikan kasus harian virus Corona selama tiga pekan terakhir. Disebut, terjadi kenaikan kasus mingguan sebesar 31 persen dari 22 Mei.

"Menjadi perhatian bahwa terdapat kenaikan pada tren kasus positif selama tiga minggu terakhir, dan kasus aktif selama 4 hari terakhir. Dilihat pada grafik kasus positif mingguan, terjadi kenaikan 571 atau 31 persen dari kasus tanggal 22 Mei 2022, dari 1.814 menjadi 2.385 kasus mingguan," ucap juru bicara COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers, Rabu (8/6/2022).

"Kemudian pada kasus aktif terjadi kenaikan 328 atau 10 persen dari kasus aktif tanggal 2 Juni 2022, yaitu 3.105 menjadi 3.433 kasus aktif harian," katanya.

Diketahui, di Indonesia sudah ditemukan delapan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Saat ini terdeteksi di Bali dan DKI Jakarta, empat di antaranya merupakan kasus transmisi lokal, sedangkan sisanya merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Adapun dari delapan kasus tersebut, dua di antaranya terinfeksi BA.4. Sedangkan enam kasus lainnya terinfeksi subvarian Omicron BA.5.

(yld/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT