Polisi: Anak Pimpinan Khilafatul Muslimin Tewas dalam Peristiwa Talangsari

ADVERTISEMENT

Polisi: Anak Pimpinan Khilafatul Muslimin Tewas dalam Peristiwa Talangsari

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 18:40 WIB
Pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, ditangkap Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Lampung. Abdul Qadir akhirnya tiba di Polda Metro Jaya sore ini.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Polisi mengungkap temuan baru dari hasil pemeriksaan kepada pimpinan tertinggi organisasi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. Polisi menyebutkan Baraja terlibat dalam peristiwa kerusuhan Talangsari di Lampung pada 1989.

"Setelah kita interogasi lebih dalam juga ada kaitannya (Abdul Qadir Baraja) dengan peristiwa Talangsari yang bagian dari NII di Lampung. Dan putra yang bersangkutan meninggal di sana," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Sekadar informasi, peristiwa Talangsari pada 1989 masuk kategori pelanggaran HAM berat. Dalam catatan Komnas HAM, peristiwa itu menewaskan 130 orang. Namun jumlah korban secara pasti dari peristiwa tersebut tidak diketahui hingga kini.

Hengki menyebut keterlibatan Abdul Qadir Baraja dengan peristiwa teror dan kerusuhan bukan sesuatu yang asing. Baraja, yang merupakan eks napi terorisme, pernah terlibat dalam sejumlah kasus terorisme.

"Pimpinan tertinggi Abdul Qadir Hasan Baraja ini merupakan eks narapidana teroris. Pertama, pernah divonis 5 tahun terkait dengan teror, kemudian pengeboman gereja di Malang dan Borobudur, divonis 15 tahun," ucap Hengki.

Miliki 14 Ribu Anggota-Pengurus Eks Napiter

Polda Metro Jaya mengungkapkan Khilafatul Muslimin tengah membangun negara dalam negara dengan sistem pemerintahan sendiri. Hingga saat ini ditemukan ada 14 ribuan warga yang tergabung dalam Khilafatul Muslimin dari berbagai daerah.

"Kami temukan puluhan ribu data warga Khilafatul Muslimin ini ormas ini, yang ditunjukkan dengan ada namanya KTP, kalau mereka ada namanya nomor induk warga. Yang ditemukan baru 14 ribu (orang)," kata Hengki.

Dari total 14 ribu orang tersebut, paling banyak berprofesi sebagai wiraswasta. Disusul dengan petani dan karyawan serta sebagian kecil ada ASN dan dokter.

Selain itu, polisi mengungkap kepengurusan dari organisasi Khilafatul Muslimin. Pengurus dari organisasi itu diketahui terdiri atas para mantan narapidana kasus terorisme.

"Dari struktur kepengurusan itu banyak di antaranya eks napiter, apakah itu JI, JAD, NII," ucap Hengki.

Khilafatul Muslimin diketahui dipimpin oleh pria bernama Abdul Qadir Hasan Baraja. Dari catatan kepolisian, Baraja tercatat ikut terlibat dalam sejumlah aksi teror di Indonesia.

Dalam pemeriksaan, Abdul Qadir Baraja pun mengaku memiliki posisi kedudukan yang lebih tinggi dari Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar. Kedua orang itu diketahui merupakan pendiri dari Majelis Mujahidin Indonesia (MII) dan Jamaah Islamiyah (JI).

"Menurut pengakuan yang bersangkutan,justru yang bersangkutan lebih tinggi dari Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar. Jadi ini yang perlu kami sampaikan," katanya.

Simak Video: Kemenag Sebut Ponpes Milik Khilafatul Muslimin Tak Berizin

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT