ADVERTISEMENT

Rocky Gerung Komentari Makan Bareng Koalisi: Jokowi Ngerti Mana Penjilat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 14:10 WIB
Jakarta -

Rocky Gerung berkomentar mengenai posisi duduk Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat makan bersama dengan ketua umum partai politik koalisi pemerintah sebelum reshuffle kabinet kemarin. Rocky menilai pada saat makan siang itu masih ada suasana tegang.

Host acara awalnya menjelaskan posisi duduk. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum NasDem Surya Paloh ada di samping kiri dan kanan Jokowi. Ketum Gerindra Prabowo ada di depan Jokowi. Di depan Megawati ada Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Sementara di depan Surya Paloh ada Ketum PAN Zulkifli Hasan. Sementara Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PPP Suharso Monoarfa ada di pojok meja, di samping Megawati dan Airlangga.

"Ini yang disebut gejala Maldini, malapetaka di Istana, ha-ha-ha, orang akan tafsirkan kenapa ada bloking gitu kan, atau malpraktik di Istana, maldini sindrom kira-kira begitu, kayak tegang-tegangan. Yang sana masih ngincar tuh, bisa nggak apa namanya koalisi baru setelah proyek politik ini jalan?" kata Rocky Gerung saat menanggapi posisi duduk makan bersama Jokowi dan para ketum parpol. Sementara Faldo Maldini hadir secara online dalam diskusi tersebut.

Jokowi makan siang bareng ketua umum parpolJokowi makan siang bareng ketua umum parpol Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Komentar itu disampaikan Rocky Gerung dalam diskusi kolaborasi detikcom-Total Politik dengan tema 'Adu Perspektif: Politik Jawa Jokowi, Ojo Dumeh Berbuah Reshuffle' yang ditayangkan di kanal YouTube detikcom, Rabu (15/6/2022). Rocky kemudian menyinggung pengalaman Jokowi dalam politik.

"Tapi intinya kan kita tahu Pak Jokowi sebagai orang yang malang melintang selama 7-8 tahun sangat mengerti politik, dalam arti bahasa tubuh manusia, dia tahu psikologi orang, dia ngerti siapa yang menjilat, siapa yang minta diasuh," kata dia.

Rocky pun berpindah pada topik lain, mengenai sukses tidaknya reshuffle kabinet Jokowi kali ini, Rocky menilai hal itu dapat ditentukan oleh harga minyak goreng dan bahan pokok lainnya.

"Jadi sebetulnya reshuffle kemarin itu... sukses atau tidak reshuffle ini, tunggu aja besok. Kalau harga minyak goreng turun itu sukses, kalau harga cabe turun dari 150 ribu ke 90 ribu itu sukses, karena itu cara orang mengapresiasi, respons emak-emak yang lebih penting, kan ini soal politik dapur," jelasnya.

Menurut Rocky Gerung, reshuffle kabinet Jokowi kali ini sebagai salah satu langkah untuk memulihkan ekonomi. Namun, reshuffle yang hanya mengganti 2 menteri dinilai kurang.

"Reshuffle itu memberikan sinyal bahwa ekonomi bisa dipulihkan dengan cara apapun, nah kelihatannya ya mungkin kita duga lebih cepat bahwa... ya kurang sebetulnya, karena 2 menteri yang diganti, padahal sebetulnya orang pingin Pak Luhut yang diganti tu, PDIP punya point yang akhirnya nggak bisa dinegosiasikan dengan Pak Jokowi," jelasnya.

Baca berita lengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT