Rumah Tahan Gempa Smart Modula Dilego Rp 30 Juta
Jumat, 09 Jun 2006 15:51 WIB
Solo - Akademi Teknik Mesin Indonesia (ATMI) memperkenalkan sebuah rancangan rumah yang dinilai cocok dipergunakan sebagai tempat tinggal di daerah rawan gempa, Jumat (9/6/2006). ATMI Solo juga akan membangunnya di beberapa lokasi korban Yogya - Jateng. Rumah rancangan ATMI Solo itu menggunakan konsep bongkar pasang atau knockdown untuk mempermudah aplikasi. Model seperti itu tidak membutuhkan fondasi memanjang yang kuat dan kokoh. Yang dibutuhkan hanyalah bantalan tiang atau seperti ompak dalam bangunan rumah tradisional Jawa. Kerangka bangunan terbuat dari bahan metal. Sedangkan bahan dinding bangunan ada beberapa alternatif, bisa dibuat dari campuran bahan styrofoam dan semen, dari panel sheet metal dengan pelapis akhir berupa pelat besi, bisa juga dibuat dari beton ringan atau bisa dari serat kayu yang dipres. Menurut staf proyek pembangunan rumah tahan gempa ATMI Solo, Andre Soegijopranoto, kelebihan dari rumah yang diberi nama Smart Modula itu adalah konsep bongkar pasang sehingga mempermudah masyarakat yang tinggal di lokasi rawan gempa untuk melakukan aplikasi. Kelebihan lainnya, ujar Andre, adalah harga pengadaan unit rumah tersebut lebih murah. Dalam perhitungan Andre, pengadaan rumah konvensional membutuhkan biaya antara Rp 1 juta hingga 1,5 juta tiap meter perseginya. Sedangkan rumah rancangan tim ATMI Solo hanya membutuhkan Rp 500 ribu tiap meter persegi. "Kami mempersiapkan tiga tipe yaitu tipe 27, 36 dan 54. Harganya berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 75 juta. Untuk sosialisasi produk, kami akan membangun 200 unit di beberapa lokasi korban gempa Yogya dan Jateng," ujar Andre kepada wartawan di Kampus ATMI, Solo.
(nrl/)











































