ADVERTISEMENT

Mahfud Md Ingatkan Pj Kepala Daerah: Khilafah Muncul Meski Kecil

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 11:50 WIB
Rapat Koordinasi dengan Penjabat (Pj) Kepala Daerah di Kemendagri (Anggi Muliawati/detikcom).
Rapat koordinasi dengan penjabat kepala daerah di Kemendagri (Anggi Muliawati/detikcom).
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi dengan penjabat (pj) kepala daerah di kantornya. Rapat sesi pertama dihadiri oleh Menko Polhukam Mahfud Md hingga Ketua KPK Firli Bahuri. Mahfud yang hadir menyinggung kemunculan gerakan khilafah.

Dalam pemaparannya, Mahfud mengingatkan Pj kepala daerah terkait kemunculan khilafah. Menurutnya, saat ini ada penurunan kesadaran masyarakat terkait ideologi Pancasila.

"Pertama sekarang ini terasa ada penurunan kesadaran masyarakat mengenai ideologi Pancasila jika tidak ditanam dengan baik dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyelundupkan kembali hal terlarang misalnya neokomunisme dan ramainya sistem khilafah. Khilafah sebagai sistem pemerintahan itu muncul belakangan itu meskipun kecil," katanya di kantor Kemendagri, Kamis (16/6/2022).

Mahfud mengatakan masyarakat diperbolehkan untuk mengungkapkan aspirasi. Namun dia meminta untuk tetap mematuhi ideologi Pancasila.

"Saudara harus memahamkan di dalam pemerintahan Saudara, setiap itu ya boleh untuk mengajukan aspirasi tapi ideologi yang sudah merupakan kesepakatan dan institusi yang juga merupakan kesepakatan itu harus dipatuhi dari siapa pun," katanya.

Menurutnya, masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dengan cara-cara yang sesuai. Dia menegaskan untuk tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Adapun orang punya ide itu disalurkan melalui cara-caranya yang terbuka, melalui partai politik yang resmi tidak boleh melakukan kegiatan yang kerancuan ideologi kita," katanya.

Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan pemerintah daerah untuk selalu awas dan memperhatikan ideologi yang muncul di tengah masyarakat. Sebab, hal itu dapat menimbulkan perpecahan dan polarisasi.

"Saya pernah mengatakan kekhawatiran kita kalau keadaan terus-menerus terlalu toleran terhadap apa perbedaan atau polarisasi ideologi kita akan kerepotan nantinya, untuk menanganinya. Oleh sebab itu, itu adalah tugas saudara semua untuk mengatasi ini," katanya.

Simak juga 'Polisi Sebut Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Sebar Doktrin Khilafah':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT