ADVERTISEMENT

Polda Banten Sebut Ada Miskomunikasi soal Jemput Paksa Nikita Mirzani

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 22:26 WIB
Kepolisian Polda Banten dan Nikita Mirzani usai pemeriksaan di Polresta Serang Kota (Foto: Bahtiar/detikcom)
Foto: Kepolisian Polda Banten dan Nikita Mirzani usai pemeriksaan di Polresta Serang Kota (Foto: Bahtiar/detikcom)
Serang -

Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga mengakui ada miskomunikasi antara penyidik Polresta Serang Kota dan Nikita Mirzani terkait jemput paksa. Dia menyebut Nikita Mirzani yang dilaporkan atas unggahan Insta Story di Instagram pribadinya ternyata bersedia dimintai keterangan.

"Seperti kita sampaikan ini miskomunikasi konteksnya. Bahwa ternyata setelah komunikasi depan penyidik dia bersedia memberikan keterangan," kata Shinto kepada wartawan di Serang, Rabu (15/6/2022).

Pemanggilan Nikita Mirzani ke Polresta Serang Kota dilakukan dengan statusnya sebagai saksi. Ia menyebut bahwa polisi mengapresiasi atas kedatangannya untuk diperiksa penyidik.

"Konteksnya pemeriksan tadi berjalan lancar dan beliau menjelaskan secara rinci terkait pelaporan itu sendiri," katanya.

Shinto menolak menjawab kenapa penyidik datang ke kediaman Nikita pada malam hari. Penyampaian polisi, Nikita dan kuasa hukumnya sudah dianggap cukup.

"Itu dulu yah saya cukup, demikian sudah sama-sama kita dengarkan," paparnya.

Setelah pemeriksaan dari pukul 15.00 WIB, pihak Polresta Serang Kota, Nikita Mirzani dan kuasa hukumnya memberikan keterangan kepada wartawan. Tapi tidak ada sesi tanya jawab lebih lanjut mengenai kasus yang disebut terkait UU ITE tersebut atas laporan Dito Mahendra.

"Mohon maaf kami tidak ada sesi tanya jawab," kata Shinto.

(bri/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT