ADVERTISEMENT

BPJPH Sosialisasikan Regulasi & Kebijakan Halal RI ke Pengusaha Korea

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 16:52 WIB
BPJPH
Foto: BPJPH
Jakarta -

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Aqil Irham mensosialisasikan (rebranding) regulasi dan kebijakan jaminan produk halal (JPH) kepada para pelaku bisnis di Korea. Hal itu disampaikan Aqil dalam seminar tentang regulasi dan kebijakan JPH Indonesia yang digelar di Busan Indonesia Center, Busan, Korea Selatan, Selasa (14/6).

Seminar tersebut dihadiri Presiden Busan Indonesia Center (BIC) Kim Soo-il, Wakil Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Jetti Rosila Hadi, dan sekitar 40 orang pengusaha Korea Selatan.

"Sesuai regulasi, misalnya mulai Oktober 2024, sebagian besar produk makanan dan minuman yang diekspor ke Indonesia wajib bersertifikat halal dari Otoritas Sertifikasi Halal Indonesia yaitu BPJPH. Sedangkan, kosmetik, barang kimia, produk genetik, obat tradisional, barang gunaan, dan barang medis risiko kelas A misalnya yaitu pada Oktober 2026," jelas Aqil dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (15/6/2022).

Aqil menjabarkan kebijakan tersebut berlandaskan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 39/2021 dan PMA No. 2/2022 yang mengatur kerja sama internasional dalam pengembangan JPH meliputi pengembangan teknologi, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana JPH.

"Kerja sama ini dilakukan oleh BPJPH dengan pemerintah atau lembaga lainnya di negara setempat, yang dilaksanakan dengan adanya payung kerja sama kedua pemerintah melalui perjanjian Government to Government (G to G) antara kedua negara," terang Aqil.

Sementara itu, Presiden BIC Kim Soo-il. menyampaikan peluang untuk masuk pasar halal Indonesia perlu dimanfaatkan oleh pengusaha Korea Selatan. Sebab, Indonesia adalah pasar halal terbesar di dunia, dengan potensi pasar untuk produk dan layanan halal mencapai US$ 184 setiap tahun. Kim mengatakan Pemerintah Korea memberikan insentif khusus kepada pengusaha Korea untuk ekspor halal ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Saat ini, menurut Organization for Islamic Cooperation (OIC) yang beranggotakan 57 negara-negara Islam atau berpenduduk mayoritas Islam, pasar halal domestik di Indonesia diperkirakan akan tumbuh rata-rata per tahun sebesar 14,96% hingga tahun 2025, dan permintaan akan produk halal terus meningkat secara bertahap.

"Peraturan-peraturan masuk ke pasar halal semakin dinamis, tetapi jika Anda mempersiapkan dengan baik, peluang baru akan terbuka lebar," ujar Kim.

Lihat juga video 'MUI Soal Logo Halal Baru: Idealnya Ada Diskusi Publik':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT