ADVERTISEMENT

Riza Patria: Omicron BA.4 dan BA.5 Buat Kasus COVID di DKI Melonjak

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 20:54 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Annisa-detikcom)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Annisa/detikcom)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta mengalami lonjakan selama empat pekan terakhir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus di Ibu Kota.

"Iya, itu salah satunya sumbernya adalah subvarian Omicron," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2022).

Riza menyebut subvarian Omicron itu tak membahayakan seperti varian Delta. Kendati demikian, Riza tetap mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai subvarian ini dengan meningkatkan prokes COVID-19.

"Tetapi itu tidak membahayakan seperti delta. Namun demikian, sekalipun tidak membahayakan seperti delta, tapi tetap hati-hati dan waspada," ujarnya.

"Laksanakan prokes sekalipun sudah ada pelonggaran di tempat terbuka boleh buka masker, tetapi hati-hati. Cuci tangan, jaga jarak," tambahnya.

Untuk diketahui, Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini disebut lebih menular hingga lolos perlindungan kekebalan. Juga di Indonesia telah terdeteksi delapan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Adapun kasus tersebut terdeteksi di Bali dan Jakarta, dua di antaranya terinfeksi BA.4. Sedangkan enam kasus lainnya mengidap subvarian Omicron BA.5 dengan gejala yang berbeda-beda. Begitu juga empat di antaranya merupakan kasus transmisi lokal, sedangkan empat sisanya merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Di sisi lain, Kasus COVID-19 di Jakarta mengalami peningkatan dalam 4 pekan terakhir. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap peningkatan kasus terjadi pada seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak.

"Data sementara saat ini menunjukkan tren kenaikan kasus positif terjadi pada seluruh kelompok usia, termasuk kelompok anak, baik yang berusia kurang dari 6 tahun (belum divaksinasi) maupun usia 6-18 tahun," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis, Selasa (14/6).

Dwi memerinci jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta di pekan pertama sebanyak 616 kasus. Kemudian di pekan kedua meningkat menjadi 782 kasus, pekan ketiga 1.165 kasus dan pekan terakhir sebanyak 1.940 kasus. Meski kasus meningkat, Dwi menyampaikan tak terjadi persentase kematian akibat COVID-19.

(taa/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT