ADVERTISEMENT

Tarif Integrasi Transportasi DKI Tinggal Tunggu Persetujuan Pimpinan DPRD

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 12:10 WIB
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta masih menunggu persetujuan pimpinan DPRD untuk menerapkan tarif integrasi MRT, LRT, dan TransJakarta. Sejauh ini, tarif integrasi baru disetujui berdasarkan hasil rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, yang membidangi transportasi.

"Tarif integrasi tentu Pemprov DKI Jakarta menunggu persetujuan dari pimpinan Dewan karena Pak Gubernur sesuai dengan surat beliau itu ditujukan ke pimpinan Dewan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Syafrin menjelaskan, setelah rekomendasi Komisi B itu disetujui oleh pimpinan Dewan, pihaknya bakal menerbitkan peraturan serta sosialisasi tarif integrasi. Adapun besaran tarif maksimum integrasi 3 mode transportasi itu sebesar Rp 10 ribu.

"Tentu ini akan kami tunggu setelah dapat persetujuan untuk kami proses lebih lanjut penetapannya melalui kepgub," ujarnya.

"(Lalu) kami lakukan sosialisasi dua minggu sebelum dilakukan implementasi," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Komisi B DPRD DKI Jakarta menyetujui usulan tarif integrasi tiga moda transportasi, yaitu integrasi MRT, LRT, dan TransJakarta. Usulan tarif maksimum yang disepakati sebesar Rp 10 ribu.

"Komisi B dapat menyetujui pelaksanaan tarif integrasi karena mendukung keterpaduan moda transportasi antara BRT (TransJakarta), LRT, dan MRT Jakarta," kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Ismail mengatakan akan ada uji coba selama 6 bulan ke depan. Uji coba tarif integrasi bisa diterapkan setelah diterbitkannya aturan yang menjadi acuan pelaksanaan.

"Tarif integrasi yang disetujui sebesar Rp 10 ribu dengan masa percobaan 6 bulan sejak ditetapkan dan akan dievaluasi setiap 6 bulan selama 1 tahun untuk mengetahui dampak implementasi paket dari integrasi terhadap nilai masyarakat menggunakan model transportasi massal," ujarnya.

Simak juga '13 Titik Baru Lokasi Ganjil Genap DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT