Cerita 'Crazy Rich' Samin Tan Lawan KPK demi Kebebasan Tetap di Tangan

ADVERTISEMENT

Cerita 'Crazy Rich' Samin Tan Lawan KPK demi Kebebasan Tetap di Tangan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 19:22 WIB
Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis bebas Samin Tan, Senin (30/8/2021). Samin Tan dinilai tak terbukti menyuap Eni Saragih.
Sidang Samin Tan (Foto: detikcom)
Jakarta -

Crazy rich Samin Tan melawan KPK sendiri saat KPK mengajukan permohonan kasasi atas vonis bebasnya di tingkat pengadilan pertama. Samin Tan turun sendiri menghadapi KPK demi kebebasannya.

Pada 2020, Samin Tan ditetapkan tersangka oleh KPK dan sempat dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO). Dia jadi buron setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK.

Setelah satu tahun, Samin Tan akhirnya ditangkap KPK. Kasus ini kemudian bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dia kemudian didakwa memberi suap Rp 5 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Saat itu, Samin Tan tidak melawan ketika didakwa jaksa KPK.

Kemudian, Samin Tan dituntut jaksa KPK dihukum 3 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Samin Tan diyakini jaksa memberi suap ke Eni.

Jaksa mengatakan Samin Tan memberikan uang Rp 5 miliar agar Eni Saragih membantu Samin Tan terkait permasalahan pemutusan perjanjian karya perusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi III di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM. Uang itu diserahkan secara bertahap.

Namun Pengadilan Tipikor Jakarta tidak sependapat dengan jaksa KPK hingga akhirnya Samin Tan divonis bebas.

Dalam pertimbangan putusan, hakim menilai Samin Tan adalah korban pemerasan dari mantan anggota DPR RI, Eni Maulani Saragih.

"Terdakwa Samin Tan adalah korban dari Eni Maulani Saragih yang meminta uang untuk membiayai pencalonan suaminya sebagai calon kepala daerah di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah," ujar hakim Teguh Santoso saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (30/8/2021).

Menurut hakim, Pasal 12 B yang didakwakan dan dituntut jaksa tidak sesuai dengan perkara Samin Tan. Hakim mengatakan pemberi gratifikasi tidak bisa dipidana.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT