ADVERTISEMENT

Bamsoet Apresiasi Dukungan Dubes Singapura atas Pembangunan Sirkuit F1

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 18:34 WIB
Bamsoet bersama Dubes Singapura Anil Kumar Nayar
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi dukungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar terhadap rencana IMI membangun Bintan International Circuit sebagai sirkuit Formula 1 di Indonesia. Sebab IMI dan Motor Sport Singapore (MSS) bisa bersama-sama menyelenggarakan Formula 1 di sirkuit tersebut.

"Kegiatan motorsport di kawasan Asia saat sedang berkembang pesat, Indonesia dan Singapura punya peranan yang besar. Setelah Mr. Mohammed Ben Sulayem dari Uni Emirat Arab berhasil mencatatkan sejarah menjadi orang non-Eropa pertama yang terpilih menjadi Président Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), Singapura melalui Mr. Lee Lung Nien terpilih menjadi FIA Vice President (Sport) for Asia-Pacific Region. Sementara Indonesia, terpilih menjadi FIA Chairman Asia Pacific Rally Working Group yang diwakili Wakil Ketua Umum Sepeda Motor IMI Pusat Sadikin Aksa, serta Vice President FIA Region II Asia Pacific Mobility yang diwakili Wakil Ketua Umum Mobilitas IMI Pusat Rifat Sungkar," kata Bamsoet dalam keterangan, Senin (13/6/2022).

Bamsoet mengatakan walaupun pada 15 Juli 2022 Anil Kumar Nayar tidak bertugas sebagai Dubes Singapura untuk Indonesia, dirinya tetap akan membantu menjaga hubungan baik antar kedua negara. Salah satunya dengan memberikan arahan kepada penggantinya.

"Selama 15 tahun menjadi Duta Besar Singapura untuk Indonesia pada periode 1995-2000 dilanjutkan periode 2012-2022, beliau telah memberikan banyak peran penting bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Singapura. Kita harap penempatan beliau di Australia juga bisa semakin meningkatkan hubungan baik antara Indonesia, Singapura, dan juga Australia. Khususnya dalam menjaga stabilitas di Laut Natuna, sehingga jangan sampai menimbulkan ketegangan yang bisa membuat dunia bergejolak. Sebagai negara yang bertetangga di Laut Natuna, Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut tetap aman dan damai, tidak terpengaruh provokasi dari pihak manapun," katanya.

Ia mengatakan semasa Anil Kumar Nayar menjabat sebagai Dubes Singapura untuk Indonesia berdampak baik terhadap nilai investasi ke Tanah Air. Dari 4,9 miliar USD pada tahun 2012 menjadi 9,3 miliar USD pada tahun 2021. Hingga kuartal pertama tahun 2022, nilai investasi Singapura sudah mencapai 3,8 miliar USD.

"Sejak tahun 2010 hingga kuartal pertama tahun 2022, Singapura merupakan investor terbesar bagi Indonesia, kecuali pada tahun 2013 menduduki peringkat 2. Berkat peran beliau jugalah, Indonesia dan Singapura akhirnya berhasil menandatangani nota kesepahaman Perjanjian Ekstradisi pada 25 Januari 2022, menjadi langkah maju bagi hubungan bilateral kedua negara. Berbagai legacy yang ditinggalkan olehnya harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan oleh penggantinya," tutupnya.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT