ADVERTISEMENT

Pengacara Protes Keras Pengosongan Paksa Rumah Wartawan Senior Satrio Arismunandar

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 08:36 WIB
Real estate or property investment. Home mortgage loan rate. Saving money for retirement concept. Coin stack on international banknotes with house model on table. Business growth background
Gambar ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Zephyr18)
Jakarta -

Rumah wartawan senior, Satrio Arismunandar, didatangi oleh sembilan orang dari tim Bank Tabungan Negara (BTN) karena ada kesulitan dalam pelunasan rumah. Pihak Satrio Arismunandar menilai langkah pihak BTN intimidatif dan bergaya preman, langkah hukum akan diambil.

Dilansir Antara, Senin (13/6/2022), sembilan petugas BTN yang diboncengkan pegawai PT Bangun Properti Nusantara (juru tagih alias debt collector) menyambangi rumah Satrio di kawasan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (10/6).

Pengacara Satrio, Sugeng Teguh Santoso, menyatakan tindakan tim BTN mengosongkan paksa rumah Satrio adalah tindakan intimidatif. BTN dinilainya telah menyetujui tindakan melawan hukum.

"Karena itu, Sugeng Teguh Santoso akan mengambil langkah hukum melaporkan pidana," demikian kata Sugeng, sebagaimana yang termuat dalam keterangan pers tertulisnya.

BTN dinyatakannya telah membocorkan rahasia nasabah kepada pihak PT BTN tersebut. Rahasia nasabah yang dimaksud itu adalah data istri Satrio bernama Yuliandhini yang meminjam dari BTN dan mengalami kesulitan pelunasan.

Petugas tim BTN Pusat yang datang memimpin pengosongan pada Jumat (10/6), Pandu, mengonfirmasi kebenaran informasi ini. Pandu membantah telah melakukan kesalahan. Langkah pihaknya sudah benar dan sesuai aturan.

Sebelum Jumat (10/6), yakni Minggu (5/6), pihak BTN lewat debt collector PT Bangun Properti Nusantara telah memaksa Satrio dan keluarganya mengosongkan rumah dengan alasan gagal melunasi pinjaman. Namun saat itu, Satrio dan keluarganya tetap bertahan.

Tanggapan BTN

Corporate Secretary PT BTN (Persero) Tbk, Ari Kurniaman, menegaskan Bank BTN selalu berkomitmen menjaga data maupun informasi nasabah serta selalu menghormati dan menghargai hak nasabah.

"Bank BTN mengharapkan adanya iktikad baik dari nasabah dan berkomitmen memenuhi kewajiban kepada Bank BTN," kata Ari Kurniaman, dilansir Antara.

Aktivitas BTN menagih dan meminta pengosongan agunan kredit dilaksanakan demi menjalankan tugas dan haknya sebagai kreditur untuk meminta komitmen pembayaran dari debitur, dengan tetap memperhatikan ketentuan undang-undang dan perjanjian kredit yang disepakati beserta konsekuensinya.

Lihat juga video 'Polisi Kejar Pelaku Perusakan Rumah dan Pengeroyokan Warga Paiton':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT