ADVERTISEMENT

Ngaku Anggota TNI, Pria Ini Bawa Kabur Motor Warga Baru Kenal di Jaksel

Mulia Budi - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 21:49 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Warga Pondok Labu, Jakarta Selatan (Jaksel), Arpan (38) menjadi korban pencurian sepeda motor oleh pria yang mengaku anggota TNI. Arpan mengaku baru saja mengenal pelaku di area bermain anak Jumat (3/6) lalu.

"Awalnya kita ketemu di tempat mainan anak-anak yang di pinggir jalan tuh odong-odong, ketemu di situ, dia nyamperin saya, ngobrol-ngobrol nanya-nanya masalah anak siapa, tinggal di mana, saya bilang 'saya tinggal di Melati pak deket', 'saya tinggal di asrama Hankam saya TNI angkatan laut' begitu awal ketemu tuh," kata Arpan saat dihubungi, Minggu (12/6/2022).

Arpan mengatakan pelaku sempat menawarkan untuk berjualan di kawasan tersebut dengan gratis. Dia mengatakan pelaku juga meminta nomor WhatsApp dan lokasi rumahnya.

"Saya ditawarin kalau mau dagang buka aja daerah sini nggak apa-apa, ntar sebut aja nama saya pokoknya gratis dah, katanya begitu kan, udah selesai itu pulanglah tuh. Besokannya dia WA saya karena dia minta nomor telefon saya, saya kasih nomor telefon dia minta WA minta share loc rumah saya, saya bilang saya lagi kerja 'yaudah share loc aja alamatanya nanti saya kapan-kapan main' gitu kan," ucapnya.

Arpan mengatakan pelaku mendatangi rumahnya sehari setelah pertemuan tersebut yaitu pada Sabtu (4/6). Dia menyebut pelaku datang berpakaian TNI lengkap dengan membawa senjata dan mencoba menaiki motornya.

"Saya share loc besokannya dia main berpakaian lengkap, pakaian Marinir terus bawa senjata api juga, akhirnya ya udah main lah tuh ngobrol-ngobrol. Saya udah curiga, motor saya difoto, dicoba-coba naikin dah selesai ngobrol-ngobrol pulang," ujarnya.

Pelaku mendatangi kantor Arpan pada Senin (6/6) kemudian kembali mendatangi rumah Arpan pada Selasa (7/6). Pelaku datang ke rumah Arpan dengan dalih membawa mobil namun ditinggal di indomaret lantaran gang rumah Arpan yang tidak bisa dilewati mobil.

"(Pelaku) nanyain motor, pertama kali masuk (kantor) tuh 'motor kamu mana Van?' gitu saya bilang 'saya nggak bawa motor', mukanya dah mulai-mulai gelisah gitu kan," kata Arpan.

"Selasa nya main ke rumah, malam sekitar habis magrib-an lah, isya, dia main saya tanya, 'bapak ke sini bawa apa?', 'Saya bawa mobil' katanya, 'mobil saya, saya taruh Indomaret' gitu kata dia. Saya nggak ngecek cuman percaya aja kan, namanya orang awam nggak ngerti," lanjutnya.

Arpan mengatakan pelaku meminjam motornya untuk mengambil TV di mobil pelaku yang berada di Indomaret. Namun, pelaku tak kunjung kembali.

"Dia mau ambil TV di mobil mau dirakit di rumah saya, ke rumah saya kan nggak bisa masuk mobil, namanya di kampung," ujarnya.

Arpan mengatakan dirinya langsung mendatangi asrama Hankam Pondok Labu untuk menanyakan keberadaan pelaku. Sesampainya di Hankam, Arpan mendapati pelaku tak terdaftar sebagai anggota, kemudian dia pun melapor ke Polsek Cilandak.

"Itu tanggal 7 pas malam itu dibawa, saya udah langsung ke asrama Hankam untuk nanya orang ini, ternyata Marinir gadungan udah tuh susah lah nyarinya kalau udah marinir gadungan. Saya ke kantor polisi Polsek Cilandak buat laporan," tuturnya.

"Kan saya laporan di Hankam itu kan pak saya mau tanya apa bener di sini ada yang bernama ini, dia mengaku sebagai TNI dan dia tinggal di asrama Hankam saya tanya ini, 'wah nggak ada ini pak, gadungan ini'" imbuhnya.

Arpan mengatakan pelaku mengenalkan dirinya dengan nama Anto. Dia menyebut nomor ponsel pelaku kini sudah tidak aktif.

"Dia kenalan sama saya itu namanya Anto, itu kenalan sama saya, Siswanto itu dicek nomor HP dia pakai data yang namanya Siswanto. Itu nomor HP dia, nomor HP dia udah nggak aktif," ucapnya.

Penjelasan Polisi

Kapolsek Cilandak, Kompol Multazam mengatakan pihaknya telah menerima laporan Arpan. Polisi tengah mendalami kasus pencurian sepeda motor oleh pria mengaku TNI tersebut.

"Untuk kejadian tersebut memang sudah dilaporkan ke Polsek Cilandak dan kami tentunya menerima laporan tersebut. Sebagai langkah tindak lanjut, pastinya saat ini kami telah melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku, di mana keberadaannya," kata Kompol Multazam.

Multazam mengatakan ada unsur penipuan dalam peristiwa pencurian sepeda motor tersebut, di mana pelaku bersikap sok kenal sok dekat (SKSD) kepada korban. Dia menyebut pelaku melakukan penipuan dengan mengaku sebagai TNI kemudian membawa kabur motor korban.

"Dari kronologi yang dijelaskan korban, pelaku ini SKSD, sempat mereka berbincang lalu korban meminjamkan motor kepada pelaku, yang ternyata dibawa kabur. Sementara unsurnya penipuan. Tipu gelap. Korban ditipu dengan pelaku yang mengaku-ngaku TNI. Lalu kendaraan korban dibawa kabur, digelapkan," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk patut curiga pada orang yang baru dikenal meski berpakaian rapi seperti aparat. Dia mengatakan polisi bakal mendalami ada tidaknya laporan dengan modus serupa.

"Selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan wilayah sekitar, 'Ada tidak yang menerima laporan dengan modus mirip seperti ini'. Kami juga berharap kejadian ini jadi pelajaran untuk masyarakat. Agar patut curiga dengan orang yang tiba-tiba sok kenal, mau penampakannya rapih, seperti aparat atau apapun," tuturnya.

Lihat juga video 'Viral Pria Ngaku Polisi Gebrak Ambulans Bawa Pasien di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT