ADVERTISEMENT

Pukul Wasit TNI, Anggota DPRD Edy Mamat Dilarang Ikut Paku Jaya Cup 2 Tahun

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 14:10 WIB
Perdamaian kasus pemukulan oleh Anggota DPRD Tangsel Edy Mamat terhadap wasit yang ternyata anggota TNI (dok. istimewa).
Perdamaian kasus pemukulan oleh anggota DPRD Tangsel Edy Mamat terhadap wasit yang ternyata anggota TNI (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) Edy Mamat dilarang ikut bertanding sepakbola dalam gelaran kompetisi Paku Jaya Cup. Ini buntut dari tindakan anarkisnya memukul wasit pertandingan yang juga anggota TNI aktif bernama Eka.

Kapolsek Serpong Kompol Evarmon Lubis mengatakan sanksi ini diberikan kepada Edy seusai pertemuan kedua pihak. Pertemuan ini dilakukan pada Sabtu (11/6/2022), pukul 20.00 WIB, di Kantor Kelurahan Paku Jaya, Tangsel, yang juga dihadiri para panitia Paku Jaya Cup 7 2022.

"Pemain dari Tim Orkil FC atas nama Edy Mamat tidak boleh ikut bermain dan bertanding di setiap kegiatan turnamen Paku Jaya Cup selama 2 tahun berturut-turut hasil keputusan panitia pertandingan di Paku Jaya Cup 7 2022," ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/6).

Menurut Evarmon, selain Edy Mamat, tim yang dibelanya dilarang bertanding pada kompetisi yang sama untuk tahun depan. Sementara itu, dari pertemuan ini, kedua belah pihak juga sepakat saling memaafkan atas kejadian tersebut dan tidak akan mempermasalahkan di kemudian hari.

"Tim tersebut (Orkil FC) tidak boleh ikut turnamen/open untuk tahun berikutnya di Stadion Pakujaya. Sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang masalah tersebut," tambahnya.

Evarmon menyebut pertemuan ini tadi malam selesai pada pukul 23.30 WIB berjalan dengan aman dan kondusif. Evarmon membenarkan bahwa wasit tersebut memang seorang anggota TNI aktif.

"Praka Eka wasit pertandingan anggota TNI dari kesatuan Arhanud Serpong," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Camat Serpong Utara Dahlan menjelaskan, kejadian ini bermula saat Edy Mamat selaku pemain dengan bahasa yang tidak etis mengata-ngatai wasit pertandingan, yaitu Eka. Menurutnya, integritas wasit tidak mau dilecehkan dengan pemain dengan kata-kata yang kotor.

"Kemudian dikasihlah kartu kuning karena dengan bahasa itu. Pada saat dikasih kartu kuning, dia (Edy) tidak terima. Nah wasit kemudian didengkulin, ditendang menggunakan dengkul," katanya saat dihubungi.

Ia menambahkan, Eka menjaga integritas sebagai wasit yang dengan kukuh. Akhirnya Edy Mamat diberi kartu merah.

"Kejadian kan main bola dikasih kartu merah tidak terima, nah si Edy Mamat mukul wasit. Kalau saya jadi wasit dipukul begitu, ya, bela," tuturnya.

Simak Video: Ternyata Wasit yang Dipukul Anggota DPRD Tangsel Adalah Prajurit TNI

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT