Mencuat Usul Masakan Minang Disertifikasi Buntut Heboh Nasi Padang Babi

ADVERTISEMENT

Mencuat Usul Masakan Minang Disertifikasi Buntut Heboh Nasi Padang Babi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 07:40 WIB
Pro Kontra Netizen Tanggapi Isu Nasi Padang Babi di Jakarta
Ilustrasi (Foto: Instagram/Site Shop)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengusulkan sertifikasi masakan khas Minangkabau. Usulan ini mengemuka usai heboh nasi Padang babi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Mahyeldi meminta Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) melakukan sertifikasi itu. Rumah makan yang lolos sertifikasi akan diberi stiker.

"Ke depan harus ada sertifikasi oleh IKM, mana yang asli Padang, mana yang bukan. Nanti ada stikernya," kata Mahyeldi dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/6/2022).

Mahyeldi tak ingin ada lagi masakan Padang yang nonhalal. Dengan itu, dia meminta IKM mengecek restoran nasi Padang.

"Pada intinya tidak boleh lagi ada masakan Padang yang nonhalal. Kita harus pastikan masakan Padang itu semuanya halal dan dapat dikonsumsi oleh muslim," katanya.

Selain itu, Mahyeldi menilai restoran yang menjual masakan Padang dengan babi telah bertentangan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Mahyeldi menegaskan makanan khas Padang dipastikan halal.

"Harusnya ini tak boleh terjadi, karena masakan Padang, atau masakan Minang itu identik dengan makanan halal sesuai dengan falsafah dan adatnya yang berlandaskan Islam dan ABS-SBK. Seluruh masakan pakai nama Padang itu adalah makanan halal. Itu sudah jelas," tegas Mahyeldi.

"Makanya harus dicek lagi, apakah ada izinnya, kenapa pakai nama Padang, apakah orang Padang atau tidak," lanjutnya.

Simak geger nasi Padang babi pada halaman selanjutnya.

Saksikan juga Sudut Pandang minggu ini: Urus Kusut Kabel Semrawut

[Gambas:Video 20detik]





Geger Nasi Padang Babi

Usaha nasi Padang babi ini terungkap setelah IKM menerima aduan. DPP IKM yang mulanya mengungkap adanya usaha nasi Padang babi yang bernama Babiambo.

"Sebagai Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, saya sudah mendengar soal restoran di Jakarta yang bikin keresahan masyarakat Minang," kata Ketua Harian DPP IKM Andre Rosiade dalam keterangannya, Jumat (10/6).

Anggota DPR dapil Sumbar II John Kenedy Azis sampai menjelaskan arti nama Babiambo. John menerangkan, dalam bahasa Minang, ambo memiliki arti 'saya'.

"Saya terus terang saja, saya sangat menyesalkan ada oknum yang membuat nasi Padang babi, apa namanya, Babiambo. Ambo itu (artinya) kan saya, saya babi," kata anggota DPR kelahiran Padang itu, Jumat (10/6).

Usaha kuliner ini ternyata hanya dijual secara online. Sementara lokasi pemilik ada di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Usai heboh nasi Padang babi ini, pihak kepolisian hingga pemerintah setempat meminta klarifikasi pemilik usaha. Rupaya usaha nasi Padang babi itu sudah lama tidak beroperasi.

Menurut Sekretaris Lurah Kelapa Gading Timur Yenny Fisdianty, usaha nasi Padang nonhalal itu mulai beroperasi sejak awal pandemi Corona, tahun 2020. Namun usaha hanya berjalan selama 3 bulan.

"Jadi sejak dia buka pas awal COVID ya kalau tidak salah dia usaha karena kena imbas dari COVID, jadi dia usaha resto tersebut dan memang online," kata Yenny saat ditemui di Kantor RW 11, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakut, Jumat (10/6).

"Jadi dia usaha resto tersebut dan memang online, jadi juga tidak terlalu laku makanya dia tutup. Hanya 3 sampai 4 bulan dia usaha, jadi memang saat ini sudah tidak usaha, usaha tersebut sudah ditutup," katanya.

Pemilik usaha nasi Padang babi, Sergio, sempat dibawa ke Polsek Kelapa Gading untuk diperiksa. Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala mengaku belum menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

"Iya betul (belum diketahui unsur pidana), nanti kita ke tahap lebih lanjutlah," katanya di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6).

Selengkapnya pada halaman berikut.

Saksikan juga Sudut Pandang minggu ini: Urus Kusut Kabel Semrawut

[Gambas:Video 20detik]



Pemilik Usaha Minta Maaf

Sergio, selaku pemilik usaha nasi Padang babi itu meminta maaf. Dia mengatakan tidak ada maksud untuk melecehkan.

"Saya pribadi mewakili brand sebelumnya yang disebut Babiambo yang pernah beroperasi selama berapa bulan ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya buat teman-teman atau saudara-saudara saya yang mungkin merasa tersinggung atau mungkin saya berniat seperti melecehkan, tapi sama sekali tidak," kata Sergio di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6).

Sergio mengaku tidak ada niat menyinggung suku manapun terkait usaha nasi Padang babi. Dia menyebut dirinya murni mencoba usaha.

"Ada menu lainnya, cuma memang kalau kita jualan gitu kan harus mikirin juga apa sih nilai jualnya, nilai produk sense-nya gitu ya, supaya komplet di market waktu itu kita pikir mungkin ini bisa dicoba nih. Mencoba inovasi tanpa memiliki tujuan sebenarnya untuk menyinggung suku-suku tertentu, itu yang sangat disayangkan sebenarnya kita mungkin dengan keterbatasan pandangan sejauh itu, pada saat itu kita hanya memikirkan ini adalah inovasi dan ini adalah peluang yang layak dicoba," ujarnya.

"Ini pure hanya saya mencoba usaha. Jadi, bukan maksud saya buat menghina siapa pun," sambungnya.

Saksikan juga Sudut Pandang minggu ini: Urus Kusut Kabel Semrawut

[Gambas:Video 20detik]



(lir/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT