Muncul Isu Pencopotan Kabid Haji Akibat Skandal Aziddin
Kamis, 08 Jun 2006 16:14 WIB
Jakarta - Gara-gara menolak proposal KH Aziddin, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD), terkait penyewaan pemondokan dan katering jamaah haji, muncul isu yang tidak sedap. Ada kabar, Kabid Haji Nur Samad Kamba akan dicopot dan dipulangkan ke Indonesia.Isu ini sempat mampir ke telinga Nur Samad tidak lama setelah Staf Teknis Urusan Haji (TUH) menolak permintaan Aziddin. Dalam laporan khusus kepada Menag Maftuh Basyuni, Nur Samad mendengar kabar kinerjanya sebagai Ketua Tim Perumahan tidak memuaskan pemerintah, bahkan mengecewakan Presiden SBY."Karena itu, sebagaimana bunyi informasi tersebut, Kabid Haji akan segera dimutasi ke Jakarta," tulis Nur Samad dalam laporan khusus ke Menag. Dokumen laporan khusus tertanggal 6 Juni 2006 itu kopiannya didapatkan detikcom, Kamis (8/6/2006).Terlepas dari isu tersebut, menurut Nur Samad, keberadaan anggota DPR di Makkah, di tengah situasi pasar perumahan yang begitu kompetitif, telah membawa implikasi yang tidak menguntungkan bagi proses penyewaan rumah pemondokan jamaah haji Indonesia 1427 H sesuai dengan yang diharapkan. Antara lain, sebagai berikut:1. Semua pemilik rumah di wilayah Bakhutmah menarik kembali hasratnya untuk menyewakan kepada jamaah haji Indonesia dengan harga SR 1.250. Mereka membangun asumsi bahwa pada akhirnya Tim Perumahan akan menyewa rumah mereka di wilayah tersebut dengan harga lebih dari yang ditetapkan, atas tekanan DPR sebagai lembaga tinggi di Indonesia.2. Adanya pemilik rumah yang sebelumnya sudah memberikan komitmen harga sesuai dengan harga wilayahnya, namun kemudian menyalahi komitmen tersebut, gara-gara memperoleh informasi melalui perantara yang mengatasnamakan anggota DPR, bahwa rumahnya akan disewa dengan harga lebih dari harga yang telah disepakati awal. Hal ini terjadi pada Hotel Burj Al Alam yang pemiliknya telah sepakat untuk menyewakannya sesuai dengan harga di wilayah Hafair, antara SR 1.900-1.950. Tapi, kemudian pihak hotel menarik persetujuannya dan menawarkan harga kepada tim sebesar SR 2.100.Sebelumnya diberitakan, Aziddin yang kini menjadi Ketua FPD MPR telah mendatangi Nur Samad Kamba beberapa kali terkait penyewaan pemondokan dan katering untuk jamaah haji. Aziddin merekomendasikan PT Pondok Patin dan juga menitipkan daftar harga rumah milik 'Labani'.
(asy/)











































