PAN Sindir Koalisi Semut Merah: PKB dan PKS Belum Penuhi Syarat PT 20%

ADVERTISEMENT

PAN Sindir Koalisi Semut Merah: PKB dan PKS Belum Penuhi Syarat PT 20%

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 10 Jun 2022 19:48 WIB
Viva Yoga Mauladi
Foto: Tsarina/detikcom

Lebih lanjut Viva mengingatkan PKB dan PKS untuk berkonsolidasi terlebih dahulu. Hal itu mengingat masih adanya waktu yang cukup menjelang Pemilu 2024.

"Masih ada waktu untuk berkonsolidasi dan saling PDKT. Pembentukan koalisi pilpres akan menambah semarak demokrasi di Indonesia dan menjadi proses pendidikan politik rakyat untuk mengetahui mekanisme pemilu yang konstitusional," jelasnya.

Koalisi 'Semut Merah'

Setelah memunculkan istilah Koalisi Semut Merah, PKS dan PKB makin mesra. Terbaru, Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsyi menyatakan membuka peluang bagi siapa pun sebagai capres dalam koalisi dengan PKB, termasuk sosok Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

"Semoga pertemuan kita mendapat rahmat dan berkah dari Allah SWT. Kita tidak mau terjadi sebuah keputusan di last minute deal politik, jangan kayak kemarin," kata Aboe Bakar dalam konferensi pers bersama Waketum PKB Jazilul Fawaid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022).

"Kita penginnya 3 bulan sebelum sudah oke, misalkan Gus Ami (Cak Imin) mau presiden, silakan. Bismillah, nggak apa-apa, kita nggak ada masalah," imbuh dia.

Aboe Bakar menekankan pihaknya tak mempersoalkan pencalonan presiden atau wapres. "Bagi PKS, nggak penting presiden atau wapres," ujarnya.

Menurutnya, sosok yang pantas maju di pilpres akan dievaluasi bersama. "Kemudian kita calonkan capres akan dievaluasi, fit and proper. Kalau Cak Ami cocok, PKS ready dan siap," katanya.

Meski begitu, dia menyebut PKS tetap mendukung pencalonan terhadap Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri.

"PKS siap menokohkan Salim Segaf, kalau PKB sudah jelas capres Gus Muhaimin. PKS nggak masalah. Kita sadar posisi kita cuma 50 (kursi). Tapi kalau ada satu parpol lagi, akan kelihatan siapa yang naik," ujarnya.


(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT