ADVERTISEMENT

Respons Survei Persepsi Korupsi, KSP Banggakan OTT KPK di Era Jokowi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 10 Jun 2022 14:06 WIB
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI Jaleswari Pramodhawardani (Foto: KSP)
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI Jaleswari Pramodhawardani (Foto: KSP)

Jaleswari menjamin pemerintah terus bekerja memperbaiki sistem pencegahan korupsi. Beberapa di antaranya dengan aksi Pembenahan Tata Kelola Ekspor-Impor komoditas strategis, digitalisasi pengadaan barang dan jasa, serta penguatan kanal aduan layanan publik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi.

Hasil Survei Indikator

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia sebelumnya merilis hasil survei terkait kinerja pemberantasan korupsi saat ini. Survei Indikator digelar pada 18-24 Mei 2022 dengan menyasar warga negara Indonesia (WNI) usia 17 tahun ke atas yang memiliki telepon. Total responden survei kali ini berjumlah 1.213 orang.

Metode pemilihan sampel dilakukan menggunakan random digit dialing (RDD). Adapun margin of error diperkirakan plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, 2,6 persen responden menilai keadaan pemberantasan korupsi di Indonesia sangat baik. Sedangkan 21,4 persen responden menilai baik dan 30,2 persen menilai sedang.

Selain itu, 29,9 persen responden menilai keadaan pemberantasan korupsi saat ini buruk. Sebanyak 6,3 persen responden menilai sangat buruk dan sisanya 9,7 persen tidak tahu/tidak menjawab.

Survei IPI juga memotret tren persepsi terhadap tingkat korupsi di Indonesia. Hasilnya, di awal tahun 2022, mayoritas publik menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat (42,8 persen). 31,2 persen menilai tidak berubah dan yang menilai menurun hanya sekitar 20,2 persen responden.

Berdasarkan survei IPI, persepsi negatif menurun pada 2020, meningkat di tahun 2021, dan kembali menurun di awal tahun 2022.


(knv/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT