ADVERTISEMENT

Gerindra DKI Minta Pemprov Cari Penyebab Hamparan Sampah di Cilincing

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 10 Jun 2022 12:49 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI darri fraksi Gerindra Syarif
Wakil Ketua DPD DKI Gerindra Syarif (Foto: dok. DPRD DKI)
Jakarta -

Sekretaris Komisi D DPRD DKI Syarif mendesak Pemprov DKI mencari biang kerok penumpukan sampah di kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara. Dia memandang ini merupakan permasalahan klasik yang mesti dicarikan solusi penyelesaiannya.

"Iya, segera. Asisten Pembangunan ke Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sumber Daya Air dengan Badan Pengendalian Lingkungan melakukan penelitian, dicari asal sumbernya. Nanti kan timbul cara menyelesaikannya, treatment-nya. Yang punya alat itu kebanyakan SDA," kata Syarif saat dihubungi, Jumat (10/6/2022).

Syarif menduga sampah-sampah itu datang dari lautan yang akhirnya bermuara di kawasan pesisir. Dia lantas mempertanyakan efektivitas alat penyaring yang dipasang berlapis-lapis di sejumlah titik, tapi masih meloloskan sampah.

"Saya kadang bilang, susahlah sampah keluar dari muara karena dicegat terus, tiba-tiba di pinggir muara sampai bibir pantai ada sampah plastik. Saya berpikir, memang di sekitar muara dan perbatasan nggak ada penyaring apa?" ujar Wakil Ketua DPD DKI Gerindra itu.

"Kalau kita lihat misal ada yang lolos kadang-kadang, tapi itu kan berlapis-lapis, nggak (hanya) satu lapis, ada 3-4 (lapis). Misal kita dari arah Sunter sudah ada 2 filter di Cakung Drain kalau nggak salah, bisa dua saringan," sambung Syarif.

Dia menduga tumpukan sampah itu berasal dari daratan. Ada pola membuang sampah plastik di pesisir laut yang menyebabkan terjadinya tumpukan sampah.

"Apalagi plastik, saya bisa sebut kebanyakan sampah yang sengaja dibuang, bukan ngarung entah dari muara. Kebanyakan diduga sampah plastik karena sengaja dibuang di sana," ujarnya.

Diketahui, berdasarkan penelusuran detikcom Rabu (8/6), sampah yang ada di area kampung nelayan itu didominasi oleh sampah plastik. Tumpukan sampah yang memenuhi area kampung nelayan tersebut membuat kawasan di pesisir Jakarta Utara terlihat kumuh dan tidak sehat.

Padahal di area itu warga kerap menjemur ikan asin, udang hingga teri. Sampah yang ada di area kampung nelayan itu didominasi oleh sampah plastik.

Tumpukan sampah yang memenuhi area kampung nelayan tersebut membuat kawasan di pesisir Jakarta Utara terlihat kumuh dan tidak sehat. Sampah-sampah ini menebarkan bau yang tidak sedap, selain tidak sehat.

Simak juga 'Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan, Cek Info Selengkapnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT