ADVERTISEMENT

Pastikan Ketersediaan-Harga Migor Terjaga, Polri Awasi 17 Ribu Pasar

Fajar Pratama - detikNews
Jumat, 10 Jun 2022 11:39 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dok. istimewa)
Jakarta -

Polri terus membantu pengawasan distribusi minyak goreng curah untuk mencegah kelangkaan stok dan lonjakan harga. Ada 17 ribu pasar tradisional yang diawasi Polri terkait distribusi minyak goreng.

"Kami tentunya mendapatkan tugas untuk membantu memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik. Utamanya terkait dengan verifikasi kewajiban dari produsen untuk pastikan produksi minyak goreng curah, khususnya, betul-betul berada di pasar sehingga kemudian persetujuan ekspor dapat diberikan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu disampaikannya dalam acara Business Matching Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) di Bali, Jumat (10/6/2022). Upaya pengawasan dari tingkat produsen hingga ke pasar ini dilakukan Polri dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sigit menuturkan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marinves) serta Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Dari hasil pengawasan di 17 ribu pasar tradisional yang dilakukan per hari oleh Polri dan jajarannya, Sigit menyebutkan sebanyak 10 ribu pasar secara rutin mendapatkan distribusi minyak goreng curah.

"Ada yang setiap hari barang sudah dikirim, ada yang seminggu tiga kali. Ada seminggu dua kali. Dan kurang lebih 7.000 seminggu satu kali. Tentunya ini yang kita minta untuk terus ditingkatkan sehingga ketersediaan minyak goreng curah betul-betul ada di pasar," ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga menjelaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan harga buah tandan segar, selain mengawasi jalur distribusi minyak goreng. Dalam hal ini, Sigit mengungkapkan harapannya buah tandan segar yang dibeli oleh produsen dapat meningkat untuk diolah menjadi crude palm oil (CPO), jika tangki terserap untuk bisa direalisasikan baik dalam bentuk minyak curah maupun ekspor.

"Saat ini harga-harga (buah tandan) kita perhatikan rata-rata di angka 2.000-2.100 sampai 2.500. Di 51 wilayah sudah di angka 2.550. Harapan kita semua petani bisa mendapatkan harga antara 2.500 sampai dengan 3.000," harap Sigit.

Dia berharap semua pihak, dari petani hingga produsen, mendapat menikmati keuntungan yang sama. Dia juga berharap dan tak ada lagi permainan atau spekulan yang mengganggu stabilitas stok minyak goreng, khususnya jenis curah.

"Jadi harapan kita petani sejahtera, minyak goreng curah tersedia di pasar dan produsen melalui proses verifikasi pengawasan dari semua pihak terkait bisa melaksanakan ekspor, yang dalam posisi semua kewajibannya sudah dilaksanakan. Jadi tidak ada lagi permainan terkait dengan angka-angka fiktif yang tentunya saat ini kita sudah kita awasi. Dengan langkah-langkah ini, kita harapkan semua bisa berjalan dengan baik," ungkap mantan Kapolda Banten ini.

Dia lalu menegaskan akan menindak siapa pun, tanpa terkecuali, yang melakukan penyimpangan terkait minyak goreng. Semisal spekulan yang melakukan repacking dan menjual minyak goreng dengan harga lebih tinggi.

"Kemarin kita sudah peringatkan repacking, sudah kita proses, ini apabila terus dilanjutkan kita akan proses tegas. Saya kira prosesnya seperti itu, kita ingatkan lalu ada yang kita proses tegas," tegas Sigit.

"Saya minta semua patuhi apa yang menjadi komitmen kita bersama karena memang paling penting minyak curah di pasar masyarakat tidak kesulitan serta kekurangan. Produsen bisa ekspor setelah kewajibannya dipenuhi. Tidak ada distribusi disimpangkan karena kalau ada seperti ini dipastikan kita tindak tegas," pungkas eks Kadiv Propam Polri ini.

Simak juga 'Bicara soal Aturan DPO dan DMO, Luhut Singgung Pengusaha Nakal':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT