ADVERTISEMENT

Bentuk Majelis Syuro Dunia, MPR RI Dapat Dukungan Negara Islam

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 17:50 WIB
Bentuk Forum Majelis Syuro Dunia, MPR Dapat Dukungan Negara-negara Islam
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi dukungan para duta besar negara sahabat atas inisiasi MPR RI membentuk Forum Majelis Syuro Dunia.

Dukungan tersebut antara lain datang dari Duta Besar Kesultanan Oman Al Sayyid Nazar Al Julanda bin Madjid Al Said, Duta Besar Maroko Quadia Benabdellah, Duta Besar Yaman Abdulgani Nassr Ali Al-Shamiri, Duta Besar Iran Mohammad Azad, Duta Besar Qatar Fawziya Edress Salman Al-Sulaiti, dan Duta Besar Bahrain Ahmad Abdulla Alharmasi Alhajeri.

Adapun pembentukan Forum Majelis Syuro Dunia ini rencananya akan rampung pada akhir tahun 2022. Prosesnya dilakukan sekitar bulan Oktober 2022 di Gedung Asia Afrika, Bandung.

Bamsoet menyebut tempat tersebut sangat bersejarah lantaran merupakan tempat kelahiran Konferensi Asia Afrika yang memainkan peranan penting bagi diplomasi internasional Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

"Kita harapkan, Gedung Asia Afrika juga akan kembali melahirkan sejarah sebagai tempat terbentuknya Forum Majelis Syuro Dunia yang akan memperkaya saluran komunikasi antar parlemen dari berbagai negara berpenduduk mayoritas muslim dunia, dalam rangka menyikapi isu dan persoalan yang dihadapi umat Islam. Antara lain di bidang perdamaian, keamanan, demokrasi, HAM, dan toleransi," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (9/6/2022).

Hal tersebut ia sampaikan usai menerima para duta besar negara sahabat di Komplek MPR/DPR/DPD RI, di Jakarta, Kamis (9/6). Bamsoet menjelaskan setelah diinisiasi MPR, gagasan pembentukan Forum Majelis Syuro Dunia berkembang dalam pertemuan antara Pimpinan MPR dengan Ketua Majelis Syuro Saudi Arabia di Riyadh dan Ketua Majelis Syuro Maroko di Rabat pada Desember 2019 yang lalu.

Pembentukan forum ini dilandasi atas kebutuhan untuk menghadirkan tatanan dunia yang harmonis dan berkeadaban dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Saat ini, geopolitik dunia tengah bergejolak. Konflik dan ketegangan global, meski jauh di seberang benua tetap memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh dunia. Perang dengan alasan apapun, selalu membawa petaka, kehancuran dan kesengsaraan, serta berbagai krisis. Seperti krisis kemanusiaan, krisis lingkungan, krisis ekonomi global, krisis pangan, krisis air, dan krisis energi," papar Bamsoet.

Ia pun menegaskan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta harus menjadi solusi dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di dunia. Bamsoet menambahkan kehadiran organisasi Islam seperti OKI, Persatuan Parlemen Negara-negara Anggota OKI (PUIC) dan Liga Muslim Dunia sebagai representasi pembentukan dan penguatan peran dunia Islam patut dibanggakan.

"Namun demikian, bukan berarti semua tantangan telah terjawab. Seiring dengan pesatnya arus globalisasi dan kemajuan peradaban manusia, ternyata menyisakan sejumlah persoalan yang semakin kompleks. Karena itu, menjadi sebuah keuntungan tersendiri, apabila terdapat sejumlah saluran organisasi internasional dalam rangka menyikapi persoalan yang dihadapi umat Islam," ungkapnya.

"Forum Majelis Syuro Dunia sebagai bentuk organisasi yang tidak permanen, bisa memiliki peran strategis di kancah global dengan turut memberikan alternatif solusi, di tengah dinamika global yang sedang bergejolak. Selain, menawarkan agenda konsolidasi ekonomi antar negara untuk mencapai kerjasama strategis, dengan komitmen pembangunan inklusif secara global," pungkas Bamsoet.

Dalam pertemuan tersebut, Bamsoet turut didampingi para Wakil Ketua MPR RI, antara lain Ahmad Basarah, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani dan Fadel Muhammad.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT