Playboy di Bali Kurang Laris

Playboy di Bali Kurang Laris

- detikNews
Kamis, 08 Jun 2006 11:37 WIB
Denpasar - Playboy edisi 2 banyak ditemui di lapak-lapak pinggir jalan maupun di perempatan lampu merah. Di Denpasar -- kota tempat Playboy berkantor -- penjualan majalah itu tidak selaris edisi 1.Di tingkat agen, majalah itu memang sudah ludes. Tapi di tingkat eceran di kios-kios pinggir jalan, Playboy masih menumpuk.Menurut pantauan di sejumlah kios majalah/koran di Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Sumatera, Denpasar, Playboy dijual secara terbuka. Majalah ini hanya dilindungi sampul plastik sebagaimana majalah pria lainnya. Playboy dibariskan bersama jualan lainnya."Pembeli edisi 2 tidak seperti edisi 1. Kalau dulu datangnya rame-rame, sekarang ya satu satu," jelas Komang Agus Jaya, salah seorang pemilik kios di Jalan Sumatera, Kamis (8/6/2006).Agus ingat, Playboy edisi 1 yang dijualnya ludes dalam waktu 1 jam. "Kalau edisi 1, stok saya masih banyak," akunya.Hal serupa disampaikan Gede Lolit, pemilik kios Intan. Peminat edisi 1 lebih banyak dibandingkan edisi 2. "Saya edisi 2 beli 50 eksemplar, baru laku 15," ceritanya.Salah satu pembeli Playboy di Kios Intan adalah Gusti Bagus Gana. Bagus Gana mengaku juga membeli edisi 1. "Saya beli karena penasaran saja. Saya pengin bandingin ama edisi 1," ceritanya.Menurutnya, foto-foto edisi 2 lebih bagus. "Tapi tetap tidak seheboh yang dibicarakan," ujarnya.Putu Setiawati, pemilik kios di Jalan Hayam Wuruk mengaku kulakan Playboy 10 eksemplar. "Tapi sampai sekarang baru laku 2," katanya. Setiawati punya 2 kios. "Di kios satunya ada 5 eksemplar dan semuanya belum laku," ujarnya.Sementara, bos Swasti Agency Endang Sancayarini mengaku memesan 600 eksemplar Playboy dari Jakarta. Tapi ternyata dia hanya mendapat kiriman 400. Dibanding di tingkat pengecer, jualan Endang cukup laris. "Sekarang tinggal tersisa 5," katanya.Meski demikian dia mengakui bahwa pembeli edisi 2 tidak seantusias pembeli edisi 1. (nrl/)


Berita Terkait