ADVERTISEMENT

Petani Cabai di Bogor Gagal Panen Gegara Tanaman Diserang Patek

M Sholihin - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 15:06 WIB
Petani cabai di Bogor gagal panen karena tanaman kena patek (Sholihin-detikcom)
Petani cabai di Bogor gagal panen karena tanaman kena patek (Sholihin/detikcom)
Bogor -

Petani cabai di Kota Bogor gagal panen karena tanaman mereka diserang penyakit patek. Penyakit patek merupakan penyakit tanaman yang menyerang buah cabai akibat jamur.

Salah seorang petani, Riyadul Muslim, mengatakan patek menyerang sejak dua pekan lalu. Akibatnya, 90 persen dari total 7.000 pohon cabai miliknya rusak dan busuk hingga mengering.

"Kalau kondisi kita sekarang memang mengkhawatirkan. Pertama, kita juga mendapat serangan virus, kena patek namanya. Selain itu, karena cuaca nggak bagus. Kalau bicara gagal panen, ya gagal," kata Riyadul di Kelurahan Sumber Wangi, Kota Bogor, Kamis (9/6/2022).

"Saya tanam 7.000 pohon cabai, kalau ini ya 90 persennya kena patek. Kondisinya kalau kena patek, ya busuk, terus kering di pohon," tambahnya.

Riyadul mengatakan pertumbuhan cabai juga terganggu dan kualitasnya berkurang gara-gara patek. Selain busuk dan layu, cabai yang diserang patek tidak berwarna merah.

"Seharusnya kan pas dipanen itu cabai kita warnanya merah. Sekarang, karena hujan dan kena patek, dipanen lebih awal, warna cabainya juga tidak merah. Jadi kualitas cabainya juga berpengaruh ya. Karena patek juga memperlambat pertumbuhan cabai," katanya.

Dalam kondisi normal, kata Riyadul, dia mengaku bisa memanen cabai hingga 7 kuintal atau 700 kilogram. Namun saat ini, dia hanya bisa menjual 70 kilogram cabai untuk sekali panen.

"Sekarang cabai sedang mahal, sekilo bisa dijual ke pasar induk Rp 60 ribu. Ya ruginya puluhan (juta)-lah. Karena kan kita paling bisa jual kira-kira itu jadi 70 kilogram, kalau normal panennya itu kan sampai 7 kuintal," ujar Riyadul.

"Setiap pohon itu seharusnya bisa beberapa kali dipetik cabainya, tapi kalau sudah kena patek ya mau nggak mau dicabut sama pohonnya. Ya istilahnya dimusnahin pohonnya, jadi bukan cuma gagal panen istilahnya. Ruginya banyak kalau sudah kena patek," tambahnya.

Dia mengatakan kerugian bakal makin banyak jika tanaman yang terkena patek dibiarkan saja. Dia mengatakan tanaman cabai diganti pare agar lahan tetap produktif.

"Ya kalau kita diam saja, ya ruginya makin banyak, makanya saya puter. Bekas lahan cabai, kan pohonnya dicabut (karena diserang patek), saya ganti tanam pare, supaya tetap produktif lahannya," katanya.

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT