ADVERTISEMENT

Polri: Korban Binomo Indra Kenz 144 Orang, Kerugian Rp 83,3 M

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 09 Jun 2022 08:28 WIB
Tersangka kasus affiliator Binomo Indra Kenz ditampilkan saat jumpa pers Bareskrim Polri. Indra Kenz tampak memakai baju tahanan dengan tangan diborgol.
Indra Kenz (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Bareskrim Polri menetapkan tujuh tersangka kasus trading Binomo termasuk Indra Kenz. Kini tercatat ada sebanyak 144 korban dengan kerugian Rp 83.365.707.894 (Rp 83 miliar).

"Kerugian para korban afiliator IK sebanyak 144 orang sekitar Rp. 83.365.707.894," Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara kepada wartawan, Kamis (9/6/2022).

Candra mengatakan pihaknya juga sudah memeriksa sebanyak 131 orang saksi. Sementara juga ada 7 orang saksi ahli yang diperiksa.

"Pemeriksaan saksi sebanyak 131 orang dan saksi ahli sebanyak 7 orang," kata Candra.

Selanjutnya, Bareskrim kini sedang melakukan pengiriman berkas perkara Indra Kenz di tahap satu.

"Pengiriman berkas tahap 1 tersangka IK (pemenuhan P19)," ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menemukan data perusahaan koin kripto di flashdisk Indra Kesuma alias Indra Kenz, tersangka kasus judi online serta penipuan bermodus binary option Binomo. Flashdisk itu ditemukan di deposit box Indra Kenz.

"Penyidik telah melakukan penyitaan sebuah flashdisk di save deposit milik tersangka Indra Kesuma yang isinya data perusahaan BotX Technology Indonesia yang merupakan perusahaan Coin Crypto milik Indra Kesuma," kata Kanit 5 Subdit II Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri Kompol Karta saat dimintai konfirmasi, Senin (6/6).

Karta belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait detail perusahaan koin kripto milik Indra Kenz tersebut. Dia hanya menyebut data lainnya pada flashdisk itu ialah data perusahaan kursus trading Indra.

"Dan data perusahaan kursus trading Indonesia milik tersangka Indra Kesuma," ujarnya.

Simak juga 'Ini Ferrari Indra Kenz yang Dijemput Penyidik Polri dari Medan':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT