ADVERTISEMENT

Gerindra Jakarta Harap Tak Ada Gejolak Internal Usai M Taufik Dipecat

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 08 Jun 2022 19:56 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI darri fraksi Gerindra Syarif
Syarif (Dok. DPRD DKI)
Jakarta -

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif bicara mengenai pemecatan M Taufik sebagai kader Gerindra. Dia berharap keputusan itu tidak menimbulkan gejolak, khususnya di lingkup internal Gerindra Jakarta.

"Tidak tahu detail apa dampaknya, tapi saya perhatikan belum ada gejolak. Mudah-mudahan semua berakhir dengan baik," kata Syarif saat dihubungi, Rabu (8/6/2022).

Sekretaris Komisi D DPRD DKI itu mengaku sempat meneteskan air mata ketika Taufik memutuskan hengkang dari partai berlambang garuda itu. Menurutnya, Taufik bukan hanya sekadar politikus andal, melainkan seorang mentor yang baik.

M Taufik saat menjelaskan kampanye terbuka Prabowo di Pilpres 2019, 4 April.M Taufik (Lamhot Aritonang/detikcom)

"Saya kalau boleh dikatakan agak sedikit meneteskan air mata juga, sisi manusia saya muncul juga dong," ucapnya.

Syarif bahkan sempat meminta Taufik mengurungkan niatnya untuk berpaling dari Gerindra. Sebagai informasi, Taufik memang sempat berkeinginan untuk mengundurkan diri dari Gerindra sebelum akhirnya dipecat.

"Dia (Taufik) pernah bilang kalau dia ditahan di Gerindra, nah itu termasuk saya yang menahannya," imbuhnya.

Syarif kaget saat M Taufik mengatakan akan keluar dari Gerindra di hadapan media massa. Dia menilai M Taufik masih dibutuhkan untuk membangun Gerindra Jakarta.

"Lalu ketika setelah paripurna dia turun dari meja, dia kan konferensi pers sendirian ya. Nah dia ngomong gitu (mau keluar Gerindra) saya kaget loh. Kok secepat itu mengabarkannya. Padahal beberapa waktu lalu saya bilang tahan dulu, kita masih butuh Pak Taufik, jejaring konstituen Pak Taufik untuk Gerindra. Saya sedih, enggak bisa ditahan juga kan ternyata kemarin," katanya.

M Taufik Dipecat Gerindra.

M Taufik resmi dipecat sebagai kader Partai Gerindra berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Partai (MKP). Keputusan pemecatan diambil MKP Gerindra dua hari setelah Taufik menyatakan rencananya mundur sebagai anggota DPRD DKI dan pindah partai.

Desas-desus M Taufik bakal pindah partai sebetulnya sudah berhembus sejak beberapa bulan lalu. Namun, baru pada Minggu, 5 Juni 2022, M Taufik terang-terangan menyatakan ingin keluar dari DPRD akhir bulan ini dan pindah partai.

"Saya keluar dari DPRD ya minggu-minggu terakhir bulan ini. (Keluar) tanggal 22 (Juni), (bertepatan) ulang tahun Jakarta. Ya keluar (dari Gerindra). Kan kalau mau pindah partai harus keluar dulu, nggak bisa dua-dua," kata Taufik kepada detikcom, Minggu (5/6).

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI itu bahkan tidak malu-malu menyebut nama partai, yang bakal jadi pelabuhan terbarunya, yaitu NasDem. Bahkan Taufik juga tak ragu menjelaskan alasannya pindah ke partai besutan Surya Paloh itu.

(taa/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT