ADVERTISEMENT

BNN Banten: Bawas MA Investigasi Internal Kasus Hakim Terjerat Narkoba

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 08 Jun 2022 17:22 WIB
Kepala BNN Provinsi Banten Hendri Marpaung (Foto: Bahtiar/detikcom)
Kepala BNN Provinsi Banten Hendri Marpaung (Bahtiar/detikcom)
Jakarta -

Kepala BNN Provinsi Banten Hendri Marpaung menyebut Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) telah memeriksa hakim DA (39) dan YR (39), yang menjadi tersangka kasus narkoba. Pemeriksaan disebut sebagai bagian dari investigasi internal.

"Bawas (sudah) melakukan investigasi internal, kita hanya fasilitasi, sudah ke sini, sudah berikan fasilitas beberapa kali. Demikian juga KY melakukan investigasi," kata Hendri di Serang, Kamis (8/6/2022).

BNN, katanya, tidak ikut campur untuk urusan pemeriksaan etik kedua hakim itu. Dia mengatakan BNN berfokus pada kasus hukum.

"Internal mereka, teknis mereka, saya tidak mengerti," ujarnya.

Kedua hakim itu dijerat sebagai tersangka karena diduga melanggar Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, Pasal 132 ayat 1, dan Pasal 127 UU Narkotika.

"Apakah ada pemberatan karena keduanya penegak hukum, dalam hal ini pasal-pasal tersebut sudah mencakup keseluruhan ancaman. Baik itu hakim, ASN, maupun bukan. Semua sama, ASN maupun tidak berlaku di situ, kecuali ada pengecualian dalam hal mereka ber-corporate mungkin dikenakan kode etik terkait Undang-Undang Pegawai Negeri," ujarnya.

Dua hakim PN Rangkasbitung itu ditangkap BNN Provinsi Banten pada Selasa (17/5) bersama seorang ASN pengadilan inisial RASS (32). Saat ini, penyidik hampir selesai merampungkan berkas untuk segera disidangkan.

(bri/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT