Formula E Sukses, Bamsoet Dorong Percepatan Migrasi Kendaraan Listrik

ADVERTISEMENT

Formula E Sukses, Bamsoet Dorong Percepatan Migrasi Kendaraan Listrik

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 05 Jun 2022 11:41 WIB
Ketua MPR Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengapresiasi pelaksanaan Jakarta e-Prix 2022 (Formula E) yang berjalan aman dan lancar. Hal ini memberinya optimisme akan minat masyarakat pada ajang balap mobil listrik ke depan serta peluang migrasi kendaraan listrik yang sedang digalakkan pemerintah.

Bamsoet menjelaskan tidak ada satupun masalah yang timbul selama ajang Formula E di Jakarta International e-Prix Circuit berlangsung pada Sabtu (5/6). Bahkan, kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Otomotif Indonesia sekaligus Presiden Joko Widodo.

"Alhamdulillah, Jakarta e-Prix 2022 berlangsung mulus tanpa ada kendala apapun. Menyusul kesuksesan Indonesia menggelar MotoGP di Mandalika, bulan Maret 2022 lalu. Keberhasilan tersebut menunjukan bahwa Indonesia siap menggelar berbagai kejuaraan balap Internasional," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Minggu (6/6/2022).

Ia mengaku optimistis ajang balap mobil listrik ke depan akan semakin digemari oleh para pecinta otomotif di Indonesia. Sejalan dengan program pemerintah yang terus menggalakkan program migrasi mobil berbahan bakar fosil (BBM) ke kendaraan listrik.

"Potensi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia sangat menjanjikan. Dalam road map pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang disusun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi sepeda motor listrik pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai 13 juta unit, sedangkan mobil listrik mencapai 2,2 juta unit," paparnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menuturkan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan regulasi guna mempercepat migrasi mobil berbahan bakar BBM ke kendaraan listrik. Adapun regulasi yang dimaksud ialah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai pada 12 Agustus 2019.

"Penggunaan energi listrik sebagai pengganti BBM, akan mengurangi konsumsi BBM dan beban subsidi yang harus ditanggung negara. Selama tahun 2014-2019, jumlah subsidi BBM mencapai Rp 700 triliun. Di APBN 2021, subsidi untuk BBM jenis tertentu mencapai Rp 16,6 triliun," urai Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menyebutkan penggunaan kendaraan listrik juga menjadi salah satu solusi menekan ketergantungan impor BBM. Mengingat dari kebutuhan minyak mentah 1,3 juta barel per hari (bph), Indonesia hanya bisa memproduksi setengahnya yakni sekitar 700 ribu bph.

"Pengembangan kendaraan listrik sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya bahan baku baterai untuk kendaraan listrik. Sejak 2018, Indonesia telah diakui sebagai raja nikel dunia dan diyakini menguasai hampir 30 persen atau sekitar 21 miliar ton cadangan dan sumberdaya nikel dunia," jelasnya.

"Selain nikel, Indonesia juga kaya akan material komponen penting untuk industri baterai. Antara lain 1,2 miliar ton aluminium, 51 miliar ton tembaga, dan 43 miliar ton mangan," pungkas Bamsoet.

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT