ADVERTISEMENT

Survei SMRC: Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Cenderung Dukung Ganjar

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2022 17:13 WIB
Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan (Tim Infografis detikcom)
Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan (Tim Infografis detikcom)
Jakarta -

Hasil survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa pemilih Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 cenderung memberi dukungan kepada Ganjar Pranowo. Sisanya diikuti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

"Jadi trennya, Ganjar selalu unggul. Kedua Prabowo. Sementara Anies cenderung statis. Sekarang peperangan terjadi antara Prabowo dengan Ganjar. Antara Desember-Maret, Prabowo naik 4 persen. Dan Ganjar turun 4 persen," kata Saiful Mujani dalam program Bedah Politik bertajuk 'Capres Mana Menarik Pemilih Jokowi?' di YouTube SMRC TV pada Jumat (3/6/2022).

Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan dari Mei 2021 hingga Maret 2022 dalam empat kali survei. Hasilnya, Ganjar merebut paling banyak pemilih Jokowi. Terdapat 32,8 persen pada Mei 2021, sempat melonjak 40,6 persen di Desember 2021, dan terakhir 36,9 persen di Maret 2022.

Lalu, Prabowo meraih 24,6 persen di Mei 2021, turun 22,4 pada Desember 2021, dan naik lagi menjadi 26,3 persen pada Maret 2022. Sementara Anies meraih 23,8 pada Mei 2021 dan 20,8 persen pada Maret 2022.

Doktor ilmu politik lulusan Ohio State University ini mengatakan fenomena itu merupakan hal yang wajar. Pasalnya, Ganjar dan Jokowi memiliki suara yang sama-sama kuat di wilayah Jawa Tengah.

"Walaupun Ganjar belum dikenal luas. Tapi basis Ganjar ini sama dengan Jokowi. Keduanya kuat di Jawa Tengah. Ganjar sekarang Gubernur Jawa Tengah," jelasnya.

Lalu, Saiful juga menjelaskan alasan Prabowo, yang merupakan lawan Jokowi di Pilpres 2019, malah mendapatkan limpahan suara lebih banyak daripada Anies. Hal itu karena adanya hubungan ketika Prabowo bergabung dengan kabinet Jokowi.

"Meskipun tadinya lawan di Pilpres, Prabowo belakangan bergabung di kabinet dengan Pak Jokowi. Sementara Anies tadinya di kubu Pak Jokowi, sempat diberhentikan oleh Jokowi dari posisi Menteri. Kemudian Anies belakangan membelot. Maju jadi gubernur dan didukung partai-partai yang bukan pendukung Jokowi," ujarnya.

"Jadi publik menilai hubungan Jokowi dengan Anies tidak baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Saiful juga mengatakan sampai saat ini belum muncul nama lain di bursa calon presiden 2024. Menurutnya, ketiga nama ini merupakan nama yang paling kuat dibanding bursa capres lainnya.

"Itu kenapa kita pilih tiga nama ini, karena tiga ini yang paling kompetitif. Sementara yang lain masih nol koma," katanya.

Simak juga 'Dapat Kritik 'Pedas' dari Koleganya di PDIP, Ganjar Bilang Gini':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT