ADVERTISEMENT

Paramadina Award, TP Rachmat Kenang Buya Syafii Sosok yang Jernih

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2022 09:01 WIB
TP Rachmat
Theodore Permadi (TP) Rachmat (Foto: Ardan Adhi Candra/detikcom)
Jakarta -

Penganugerahaan Paramadina Award digelar di Universitas Paramadina, Jakarta pagi ini. Dalam pidatonya, pengusaha sekaligus pendonor program Beasiswa Universitas Paramadina, Theodore Permadi (TP) Rachmat mengenang Buya Syafii Maarif.

"Saya mengenang beliau sebagai salah satu tokoh bangsa memahami agama yang dianutnya dengan jernih dan sampai ke inti terdalamnya, dan menemukan bahwa di dasar semua agama, selalu terdapat ajaran yang universal dan sederhana," ujar Rachmat dalam pidatonya yang berjudul 'Indonesia Raya, Seribu Tahun Lamanya', Sabtu (4/6/2022).

Rachmat menyebut Buya Syafii merupakan tokoh yang yakin bahwa agama harus selaras dengan ke-Indonesia-an dan kemanusiaan. Seluruh hidup dan karya beliau, terang Rachmat, adalah wujud harapan untuk Indonesia yang bhinneka namun ika.

"Bangsa ini membutuhkan lebih banyak lagi tokoh seperti Buya Syafii Maarif. Untuk meraih cita-citanya, bangsa ini perlu sadar bahwa Indonesia yang Raya hanya akan terjadi bila perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan tidak dipermasalahkan," tutur pria asal Majalengka itu.

Di kesempatan yang sama, Rachmat menyebut pendidikan sangat penting. Bangsa dengan penduduk yang terdidik, jelas Rachmat, akan dapat melepaskan diri dari masalah-masalah dasar.

"Dengan pendidikan, bangsa bergerak maju, melepaskan diri dari berbagai keterbatasan serta belenggu yang menghambat kemajuan," ujar Rachmat.

"Pendidikan, menjadi kunci terjadinya Indonesia yang Raya, yang ada sampai seribu tahun lamanya," sambungnya.

Lulusan Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung ini berpesan kepada para pendidik untuk tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tetapi juga nasionalisme dan cara berpikir yang benar. Hal tersebut, kata Rachmat, jadi faktor penentu untuk terwujudnya Indonesia yang Raya.

"Saya sangat mengapresiasi seluruh upaya Universitas Paramadina, yang secara konsisten mengupayakan pendidikan yang utuh dan menyeluruh, pendidikan yang 'beyond brain'" imbuhnya.

Ia bersyukur pemerintah terus berupaya melakukan reformasi pendidikan secara intensif, merombak birokrasi, membangun kurikulum yang lebih utuh dan menyeluruh, serta menempatkan talenta-talenta hebat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Saya amat yakin kita memiliki 1 harapan yang sama: kita semua ingin hidup di Indonesia yang lebih sejahtera, lebih beradab, lebih mulia, dan langgeng. Kita semua ingin mewariskan Indonesia yang lebih baik buat anak dan cucu kita," ucap Rachmat.

"Saya mengajak kita semua untuk terlibat aktif dalam berperan serta menciptakan Indonesia yang Raya, melalui berbagai profesi kita, termasuk membangun pendidikan yang utuh dan menyeluruh," lanjutnya.

Simak Video 'Tak Putus Kehadiran Peziarah di Makam Buya Syafii':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT