ADVERTISEMENT

PPKM Disarankan Tetap Ada Selama Status Pandemi COVID-19 Belum Dicabut

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2022 07:55 WIB
Epidemiolog Dicky Budiman
Dicky Budiman (Foto: dok. Pribadi)

Minta PPKM Terus Diterapkan

Dicky menyepakati, kinilah saatnya untuk melakukan pergeseran dalam merespons virus Corona. Namun dia menyarankan PPKM terus diterapkan sebelum status pendemi dicabut secara global. Sebab, kata Dicky, PPKM adalah payung dari intervensi-intervensi pemerintah dalam menangani wabah seperti aturan mengenai vaksinasi, penerapan protokol kesehatan 5M hingga kebijakan tracing, testing dan treatment.

"Nah selama statusnya masih pandemi ya saya melihat status PPKM itu ya harus ada, tapi kan tidak harus ketat, kan sekarang pelonggarannya sudah banyak dan sekarang kan ada. Tapi itu yang mengingatkan publik ini masih pandemi lho, jadi jangan terlalu abai. Kalau namanya pandemi belum dicabut ya situasi memburuk bisa terjadi," katanya.

Dicky menyebut PPKM dan pandemi sangat berkaitan erat. Oleh sebab, itu dia berharap PPKM terus diterapkan namun dengan pelonggaran.

"Saya dalam posisi melihat keterkaitan dari PPKM dengan status pandemi itu erat, karena dia payung masalahnya, payung untuk intervensi dalam status pandemi, 3T, 5M, vaksinasi, jadi kayak jangkar terakhir lah, kan PPKM juga bukan dibatasi, makanya status PPKM itu diadakan tapi bisa diturunkan kan dengan katakanlah PPKM ini sekarang kita hanya ada di level satu dan 2 saja, 3-4 sudah nggak ada, atau bahkan level 1 aja, bahkan bisa 1A, 1B," jelasnya.

Pernyataan KSP soal Kondisi Pandemi

KSP sebelumnya menyebut situasi pandemi COVID-19 di Indonesia semakin terkendali. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menekankan kebiasaan hidup sehat harus menjadi tanggung jawab setiap individu dan tidak lagi dipaksa-paksa.

"Pandemi semakin terkendali, artinya kebiasaan hidup sehat kembali menjadi tanggung jawab setiap individu. Tidak perlu lagi masyarakat diawasi, apalagi dipaksa-paksa, seperti pemakaian masker atau lainnya," kata Abraham dalam keterangan tertulis, Jumat (3/6).


(lir/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT