ADVERTISEMENT

PPKM Disarankan Tetap Ada Selama Status Pandemi COVID-19 Belum Dicabut

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 04 Jun 2022 07:55 WIB
Epidemiolog Dicky Budiman
Dicky Budiman (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta -

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf presiden mengatakan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia semakin baik sehingga warga tak perlu lagi diawasi, apalagi dipaksa-paksa. Epidemiolog menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih perlu diberlakukan agar masyarakat tetap hati-hati.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyebut situasi pandemi di RI saat ini semakin baik. Namun, kata dia, berbicara mengenai pandemi terkendali harus berhati-hati.

"Bahwa situasi semakin baik, iya. Tapi bicara terkendali saya kita harus hati-hati dulu mengatakannya, karena kalau membandingkan kasus infeksi ya kita tidak bisa membandingkan dengan negara lain karena testing kita rendah, karena yang saat ini yang kita hadapi adalah Omicron dan varian-variannya yang angka reproduksinya tinggi," kata Dicky kepada wartawan, Jumat (3/6/2022).

Dicky memaparkan tingkat penularan varian Omicron cukup tinggi. Dia menyebut angka reproduksi varian Omicron mendekati 10. Namun demikian, memasuki tahun ketiga pandemi Corona, menurut Dicky hal esensial yang perlu diperhatikan bukan lagi angka reproduksi COVID-19, namun tingkat keparahan penyakit hingga kasus kematian.

"Yang lebih esensial untuk dilihat adalah tingkat keparahan, hunian rumah sakit dan kematian tentu, dan karakter dari virus yang tentu ini dilihat dari hasil surveilans genomik, itu di saat ini," katanya.

Dorong Vaksinasi Booster Ditingkatkan

Selain itu, yang perlu terus ditingkatkan adalah membangun imunitas masyarakat melalui vaksinasi dosis ketiga atau booster. Dicky menyebut vaksinasi booster dinilai lebih efektif sebagai proteksi terhadap virus Corona varian Omicron.

"Dalam konteks era Omicron yang turunannya, tiga dosis ini yang lebih diharapkan bisa melindungi publik dengan imunitas atau proteksinya. Ini yang tentunya masih jadi PR kita bicara dosis ketiga," tutur Dicky.

"Tapi kalau disebut sekali lagi terkendali saya sih belum confidence lah ya untuk mengatakan itu, bahwa iya mendekati itu, iya, on track-nya iya," imbuhnya.

Minta Pemerintah Hati-hati

Dicky menyarankan agar pemerintah hati-hati dalam menyikapi transisi dari pendemi ke endemi. Dia menilai pemerintah tidak terburu-buru.

"Yang menjadi permasalahan saat ini di masa transisi ini kita harus sangat hati-hati dalam menyikapi situasi ini dengan tidak terburu-buru, bahwa ada pelonggaran-pelonggaran iya, bahwa ada pergeseran dari sifatnya dari mandatory menjadi tanggung jawab individu setiap masyarakat iya, tetapi ingat di dalam proses itu ada peran pemerintah, dengan cara apa? membangun literasi," jelasnya.

Menurut Dicky, literasi mengenai cara menyikapi pandemi Corona ini harus digencarkan kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat mengetahui situasi dan kondisi saat melepas masker.

Simak saran soal PPKM pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT